0251- 8622642 ex 105 ppid@apps.ipb.ac.id

Tak Perlu Beli, Kaum Ibu di Kecamatan Nagrak Sukabumi Diajari Cara Membuat Sabun Cair Pencuci Tangan Sendiri oleh Dosen IPB University

Dosen dan mahasiswa IPB University dari Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) memberikan pelatihan pembuatan sabun pencuci tangan kepada para ibu KWT dari lima desa Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam).

Ketua Tim Dospulkam IPB University, Dr Wulan Tri Wahyuni mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan bekal keterampilan kepada para peserta mengenai cara membuat sabun pencuci tangan. Menurutnya, pelatihan pembuatan sabun cuci tangan sangat diperlukan. Mengingat pandemi yang belum selesai dan kebersihan tangan penting untuk diperhatikan.

Menariknya, tambah Dr Wulan, sabun pencuci tangan dibuat dengan aroma khas jahe. Hal ini membuat Ibu-ibu anggota KWT di Kecamatan Nagrak sangat menyambut baik dan antusias mengikuti pelatihan. Ia menilai, harga bahan yang cukup murah dan mudah didapatkan membuat masyarakat dapat membuat sabun secara mandiri di rumah masing-masing.

Rangkaian kegiatan pelatihan pembuatan sabun dimulai dengan penjelasan bahan-bahan sabun serta kegunaannya, praktik langsung oleh ibu-ibu KWT, dan pengemasan produk sabun ke dalam botol yang telah disediakan.

“Untuk itu, Tim Dospulkam IPB University menyediakan beberapa bahan, seperti sodium laureth sulfate atau texapon (surfaktan), garam, gliserin, pewarna makanan dan minyak jahe sebagai aroma khas dari produk yang dibuat. Mahasiswa juga dengan sigap mendampingi para peserta saat pelatihan pembuatan sabun cair pencuci tangan tersebut,” ungkap Dr Wulan.

Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Nagrak dalam sambutannya menyebut, “Kami sangat mendukung kegiatan yang diadakan oleh dosen IPB University ini. Semoga setelah mengikuti pelatihan ini, Ibu-ibu KWT dapat membuat sabun pencuci tangan sendiri dan menggunakannya untuk kebutuhan keluarga ataupun diproduksi untuk tujuan komersial.”

Kegiatan pelatihan itu diikuti secara gembira oleh para peserta. Salah satunya Likeu, anggota KWT Kemuning. Dalam kesempatan itu ia mengatakan, program Dospulkam IPB University memberi manfaat bagi masyarakat.

“Penjelasan pada pelatihan ini sangat berguna untuk masyarakat. Anggota KWT Kemuning menjadi mengerti tentang cara membuat sabun pencuci tangan dan menjadi bisa menghemat pengeluaran karena bisa membuat sabun sendiri”, ujar salah peserta pelatihan, Likeu Lestrianidiputri. (*)

Sumber : https://ipb.ac.id/news/index/2022/07/tak-perlu-beli-kaum-ibu-di-kecamatan-nagrak-sukabumi-diajari-cara-membuat-sabun-cair-pencuci-tangan-sendiri-oleh-dosen-ipb-university/462109bc284e735e83baf23eef2ebfff

Pulang Kampung, Dosen IPB University Beri Pelatihan Memanen Minyak Jahe dengan Teknik Distilasi Uap Kohobasi

Dosen dan mahasiswa IPB University memberikan pelatihan penyulingan minyak jahe dengan Teknik distilasi kohobasi kepada Ibu-Ibu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan dari program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University.

Kepala Pusat Studi Biofarmaka LPPM IPB University, Prof Irmanida Batubara mengatakan, selain bertujuan memberi bekal keterampilan memanen minyak jahe kepada para peserta, pelatihan ini juga mengajarkan pemanfaatan jahe secara optimal. Yaitu dengan mengolah limbah sisa proses penyulingan minyak jahe menjadi produk yang memiliki manfaat dan daya jual.

Ketua Tim Dosen Pulang Kampung di Kecamatan Nagrak, Dr Wulan Tri Wahyuni menambahkan, “Pelatihan ini tidak hanya sekedar mengajarkan cara menyuling minyak jahe melalui teknik distilasi uap kohobasi. Tetapi peserta juga diajarkan cara memanfaatkan limbah sisa distilasi seperti ampas dan air sisa rebusan jahe yang bisa diolah menjadi produk olahan pangan seperti ginger cookies, permen jahe dan jahe instan”, ujarnya saat pelatihan, beberapa waktu lalu.

Sutiawan, Kepala Desa Nagrak Selatan mengapresiasi program Dospulkam IPB University. Ia menyebut, pelatihan pemanfaatan jahe dengan teknik distilasi uap kohobasi memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

“Kami mengucapkan terima kasih dan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa IPB University ini. Kegiatan ini tentunya akan mendukung program pemberdayaan masyarakat desa, khususnya Desa Nagrak Selatan,” ungkap Sutiawan saat memberikan sambutan di Sekretariat KWT Kemuning.

Salah satu mahasiswa IPB University dari Program Doktor Ilmu Kimia, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Badrunanto memaparkan, rangkaian kegiatan pelatihan distilasi.

“Pelatihan dimulai dengan penjelasan mengenai teknik dan alat distilasi uap kohobasi. Lalu dilanjutkan penggeprekan jahe untuk distilasi oleh para peserta. Setelah itu proses distilasi. Dan yang terakhir pengumpulan minyak jahe yang dihasilkan,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu, tim Dospulkam IPB University menyerahkan alat distilasi kepada KWT Kemuning untuk selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa. (*/Rz)

Sumber : https://ipb.ac.id/news/index/2022/07/pulang-kampung-dosen-ipb-university-beri-pelatihan-memanen-minyak-jahe-dengan-teknik-distilasi-uap-kohobasi/c12dd84f72a291670c10fe7a1ffedb82

PPK Ormawa REESA IPB University Gagas Desa Tanggap Iklim di Cibanteng Bogor

Himpunan Profesi Resources and Environmental Economics Student Association (REESA) Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL) IPB University gagas Desa Tanggap Iklim di Cibanteng Bogor. Hal ini terungkap dalam lokakarya Pengembangan Desa Cibanteng Hijau melalui Aktivitas Rendah Karbon Berbasis Masyarakat dalam Mewujudkan Desa Tanggap Iklim, (25//7) di Aula Kantor Desa Cibanteng, Ciampea, Bogor.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang diemban REESA dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk melakukan pembinaan. Tujuannya untuk memperkuat kapasitas Ormawa agar menjadi organisasi kemahasiswaan yang kompeten, khususnya melalui program pengabdian masyarakat.

“Melalui program ini, REESA ingin membuat Desa Cibanteng menjadi Desa Tanggap Iklim. PPK Ormawa ini harapannya dapat menjadi sambungan untuk mahasiswa belajar bersama masyarakat khususnya dalam meningkatkan kepedulian kepada lingkungan,” ujar Ketua PPK Ormawa REESA, Aditya Handoyo Putra.

Dr Meti Ekayani sebagai dosen pembimbing PPK Ormawa ini berharap melalui program ini Desa Cibanteng akan menjadi Desa tanggap iklim.  “Kegiatan ini melanjutkan program pertama yaitu Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) yang menjadikan Cibanteng menjadi Desa Cibanteng Hijau,” ujarnya.

Untuk mewujudkan program Desa Cibanteng Tanggap Iklim tersebut ada beberapa kegiatan yang rencananya dilaksanakan. Yaitu membuat kegiatan yang berbasis lingkungan seperti kelola limbah organik menjadi pupuk, kelola limbah anorganik menjadi produk seperti bantal ecobrick, karikatur dari sampah plastik.

“Ada juga kegiatan penghijauan wilayah dengan penanaman pohon, urban farming untuk penanaman tanaman produktif seperti cabai dan sayuran di lingkungan rumah. Dalam skala besar melalui kegiatan ini juga akan diberikan penyuluhan pertanian dan rumah tangga tanggap iklim,” imbuhnya.

Kepala Desa Cibanteng, Warso, SSos, MM mendukung penuh kegiatan PPK Ormawa REESA ini. “Sampah ini tugas kita bersama dalam menyelesaikannya. Yuk kita dukung dan ikuti kegiatan adik-adik mahasiswa dalam mengelola sampah, mengurangi sampah dan berbagai program yang ada di PPK Ormawa,” ujar Warso.

Ia menambahkan bahwa program pengabdian masyarakat IPB University diharapakan dapat merambah di lingkar kecamatan, bukan hanya berfokus di desa lingkar kampus.

Sementara itu, menurut Andi Rohman Kurniadi sebagai perwakilan warga Desa Cibanteng menjelaskan bahwa program tahun lalu, Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) REESA berupa penanaman kopi.

“Salam waktu sembilan bulan, kopi tersebut sudah mulai berbunga. Harapannya pada program kampung iklim ini RW-RW lain dapat mencontoh program penghijauan kopi di tempatnya masing-masing,” ujar Andi Rohman Kurniadi.

Kegiatan lokakarya ini dihadiri oleh Kepala Desa Cibanteng Warso, SSos, MM, Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Dr Anna Fariyanti, Ketua Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Dr Ahyar Ismail, Dosen pembimbing Dr Meti Ekayani, juga perwakilan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Ir Mintarti, MSi dan Dr Yannefri Bakhtiar. Selain itu kegiatan ini juga dihadiri para ketua Rukun Warga (RW), ketua Rukun Tetangga (RT), ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), ibu-ibu Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan juga Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cibanteng. (Ang/Zul)

 

Sumber : https://ipb.ac.id/news/index/2022/07/ppk-ormawa-reesa-ipb-university-gagas-desa-tanggap-iklim-di-cibanteng-bogor/83495f821f6bcefb88928266f0aadbe6

Mahasiswa KKN-T IPB University Kelola Taman Bacaan serta Belajar dan Bermain Bersama Anak-anak di Desa Sirnajati

Minat belajar untuk anak-anak harus mulai ditanamkan sejak usia dini. Pendidikan formal banyak dipilih sebagai tempat belajar bagi anak-anak. Sebelum memasuki pendidikan formal, biasanya orang tua memberikan persiapan seperti pengenalan huruf dan lain-lain. Namun banyak orangtua yang merasa tidak siap untuk mengajari anaknya. Oleh karena itu perlu adanya kegiatan persiapan untuk anak-anak.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB University mengadakan Program Teman Belajar, sebuah kegiatan belajar sambil bermain bersama anak-anak usia 3-6 tahun di Desa Sirnajati, Cibarusah, Bekasi, Jawa Barat yang bekerjasama dengan Rumah Baca AqFat, 5-7/7.  Mahasiswa KKN-T di lokasi ini antara lain Adriani Putri Parwati, Hasna Haniyah Suhendar dan Umar Farros Dhiya Ulhaq.
Kegiatan pembelajaran terdiri dari mengenal angka dan huruf yang dilakukan sambil bermain, belajar art and craft menggunakan barang bekas dan edukasi kesehatan serta kebugaran jasmani dengan berolahraga sambil bermain serta belajar mengenal warna.

“Sebelumnya anak-anak yang hadir tidak seramai ini, ibu-ibu dari orang tuanya pun tidak seramai ini yang mengantarkan. Semoga dengan adanya kakak mahasiswa di sini dapat meningkatkan semangat belajar anak-anak. Anak-anak yang sudah besar juga kadang iri katanya kenapa kakak mahasiswa dulu tidak ada saat zaman mereka,” ujar Bunda Iis sebagai pengajar. Ia berharap, dengan adanya rumah bacaan dan bertambahnya buku-buku bacaan, dapat memberikan dukungan dan dorongan agar anak-anak lebih minat lagi untuk membaca. (*)

Sumber :https://ipb.ac.id/news/index/2022/07/mahasiswa-kkn-t-ipb-university-kelola-taman-bacaan-serta-belajar-dan-bermain-bersama-anak-anak-di-desa-sirnajati/a6d99600f4978df98d426b976cdf37ea

Dr Megawati Simanjuntak Berbagi Tips Liburan Produktif untuk Mahasiswa

Kesibukan di kampus seperti kuliah, berorganisasi dan kesibukan lain di luar kampus seringkali membuat mahasiswa mengeluh dan cepat lelah karena kurangnya waktu istirahat. Bahkan tidak jarang mahasiswa merasa stress dan jenuh. Untuk mengatasi rasa stress ini biasanya mahasiswa melakukan self-healing di waktu liburan.

Dr Megawati Simanjuntak, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia menyebutkan bahwa libur panjang seharusnya bukan hanya dapat dimanfaatkan untuk memulihkan dari kelelahan selama kuliah dan mengembalikan semangat mahasiswa. Namun juga waktu untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak dapat dilakukan saat kuliah. Menurut beberapa penelitian, stress pada mahasiswa disebabkan karena empat faktor.

Pertama, masalah interpersonal seperti konflik dengan dosen, orang tua dan teman kadang membuat kelelahan pikiran dan fisik. Tidak jarang permasalahan diri seperti keuangan yang sering dihadapi oleh anak kost. Kedua, masalah intrapersonal atau stressor yang disebabkan oleh dalam diri individu itu sendiri, seperti kesulitan mengelola keuangan, kesehatan menurun karena berubahnya pola makan dan tidur tidak teratur yang turut meningkatkan stress. Ketiga, masalah akademik yang menuntut mahasiswa untuk lebih aktif dengan segudang tugas yang menumpuk atau nilai akademik yang kurang memuaskan. Keempat, faktor lingkungan yang sering menimbulkan ketidaknyamanan dan menghambat mahasiswa seperti lingkungan kostan tidak nyaman, macet dan waktu yang tidak tersisa untuk liburan.

“Ketika masuk ke masa liburan panjang, mahasiswa mendapatkan waktu luang hingga dua bulan. Seharusnya bisa dimanfaatkan, dibuat perencanaan di masa liburan yang akan bisa mengisi ulang semangat dan energi supaya segar ketika masuk kuliah lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan, terkadang mahasiswa kebingungan untuk memilih kegiatan di saat libur. Hal ini menyebabkan mahasiswa akhirnya memilih untuk bermalas-malasan dan bermain gadget. Ia menyarankan kepada mahasiswa agar dapat membuat liburannya lebih berkesan, tidak sekedar rebahan.

“Mahasiswa juga harus memastikan seluruh tanggungjawab telah diselesaikan dengan baik, seperti hal-hal yang berkaitan dengan tugas akhir, organisasi dan lain-lain. Selanjutnya, jika hendak meninggalkan tempat tinggal/kostan, pastikan semuanya telah aman untuk ditinggalkan. Hal ini perlu diperhatikan agar liburan dapat dinikmati tanpa adanya rasa tertekan dan khawatir,” imbuhnya.

Menurutnya, mahasiswa juga harus tetap menjaga kesehatannya dengan olahraga fisik sehingga badan lebih fit. Terlebih selama liburan, berat badan cenderung naik karena tidak beraktivitas fisik. Liburan juga bisa dimanfaatkan untuk berwisata bersama keluarga maupun teman untuk menjalin dan menjaga silaturahmi. Sekaligus menjernihkan pikiran agar lebih bersemangat.

Untuk mengasah kemampuan non akademik, imbuhnya, mahasiswa juga dapat mengisinya dengan mengikuti berbagai pelatihan singkat sesuai minat dan bakat. Tidak luput mahasiswa juga meningkatkan interaksi dengan masyarakat melalui kegiatan sosial yang berlangsung di sekitar tempat tinggalnya. Mahasiswa dapat bergaul dengan Ibu PKK ataupun karang taruna sehingga terbuka wawasannya dan mendapatkan pengalaman nyata seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN). Ilmu yang didapat di kampus dapat diterapkan di masyarakat sehingga memiliki nilai kontribusi.

“Kegiatan ini juga dapat membuka wawasan, memperkaya pengalaman, sekaligus memberikan kenangan bagi mahasiswa,” katanya melalui wawancara terkait topik ini.
Ia menambahkan, program Kampus Merdeka juga dapat dimanfaatkan untuk mahasiswa magang selama liburan. Baik di pemerintahan atau swasta, maupun bekerja paruh waktu untuk mendapat pengalaman nyata. Kegiatan ini juga dapat dijadikan media untuk membangun jejaring. Bahkan, mahasiswa juga dapat memanfaatkan gadget dan perkembangan e-commerce untuk berbisnis. Walau tanpa modal awal, mahasiswa dapat mendulang rupiah yang jumlahnya lumayan menguntungkan, misalnya berjualan melalui sistem dropship. (MW/Zul)

Sumber :https://ipb.ac.id/news/index/2022/07/dr-megawati-simanjuntak-berbagi-tips-liburan-produktif-untuk-mahasiswa/6cce45bf5c6fa500e488fd9a06fe6bc0

IPB University dan Phnom Penh International University Gelar COIL, Pertukaran Pelajar Online

IPB University bersama Phnom Penh International University (PPIU), Cambodia telah menggelar program Collaborative Online International Learning (COIL)/Virtual Exchange (VE), beberapa waktu lalu. Program ini mendapatkan dukungan penuh dari European Union Support to Higher Education in The ASEAN Region (SHARE). Program COIL ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, serta layanan mahasiswa dalam berjejaring internasional ataupun juga memperkaya keilmuan dalam bidang program yang ditawarkan oleh program COIL Ini.

“Kegiatan COIL/VE 2022 di IPB University dikelola oleh Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) dengan topik Fundamental of Production, Operation and Marketing Management. Sebanyak 25 mahasiswa dari IPB University dan 25 mahasiswa dari PPIU telah mengikuti kegiatan ini,” ujar Dr Eko Ruddy Cahyadi, Dosen IPB University yang mengelola kegiatan ini bersama Nisa Zahra STP, MSi dan perwakilan dari PPIU, Virak Oeun, MBA.

Menurutnya, pada program COIL/VE ini mahasiswa mempelajari manajemen produksi operasi, manajemen pemasaran, desain produk, pengembangan produk hingga penyusunan rencana kegiatan produksi, pemasaran dan juga proses dalam manajemen penjualan.
“Kegiatan ini tidak hanya berjalan secara tatap muka virtual setiap minggunya, namun juga terdapat kegiatan asycnchronous dalam membedah berbagai kasus terkait COIL program tersebut,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pada kegiatan COIL ini mahasiswa mendapatkan sertifikat partisipasi juga sertifikat credit earning yang dapat dikonversi oleh perguruan tinggi masing-masing.
Salah satu perwakilan peserta dari IPB University, Kevin Naufal Eryogia menyatakan bahwa program ini sangat bermanfaat dan mampu menambah pengetahuan dan jejaring dengan mahasiswa internasional.

Hal sama juga disampaikan mahasiswa dari PPIU, Phoung Dalin “Program COIL ini memberikan wawasan internasional. Saya senang dengan kegiatan pertukaran budaya dan berdiskusi dengan mahasiswa dari Indonesia.”

Sementara itu, menurut Lindawati Kartika selaku SHARE Coordinator IPB University, kegiatan SHARE merupakan salah satu program bersama dengan para mitra dari ASEAN yang sudah berlangsung sejak tahun 2015. Pada semester genap di tahun 2022 ini, ada lima kegiatan COIL SHARE bekerja sama dengan University of Santo Tomas di Filipina, Universiti Malaysia Sabah (UMS) dan juga PPIU Cambodia. (**/Zul)

Sumber : https://ipb.ac.id/news/index/2022/07/ipb-university-dan-phnom-penh-international-university-gelar-coil-pertukaran-pelajar-online/b4af06966ecb175dd81c75dbbbe522bb

Skip to content