0251- 8622642 ex 105 ppid@apps.ipb.ac.id

Sebanyak 10 mahasiswa IPB University mengadakan Farm Your Pakcoy (FYP) Challenge untuk memberikan edukasi kepada anak-anak berusia 7-12 tahun mengenai metode bercocok tanam sayuran yang baik dan benar, khususnya tanaman pakcoy. Kegiatan ini merupakan program mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik di RW 07 Kelurahan Situ Gede, Bogor, Jawa Barat.

“Ada 47 anak mengikuti kegiatan sosialisasi dan challenge ini. Kegiatan diawali dengan penjelasan tahapan menanam pakcoy yang diperagakan oleh mahasiswa,” ungkap Fadel Hafiz Akbar, salah satu mahasiswa KKN-T IPB University.

Fadel menjelaskan, sehari sebelumnya, anak-anak diminta untuk membawa limbah anorganik berupa botol plastik bekas ukuran 1.5 liter. Botol ini akan dijadikan wadah penanaman. Tahapan menanam pakcoy dimulai dengan pengisian media tanam siap pakai pada botol plastik yang telah dibagi dua.

“Penggunaan wadah tanam botol plastik merupakan upaya edukasi dan kampanye kepada anak-anak untuk memanfaatkan kembali sampah anorganik menjadi sesuatu yang lebih berguna di kehidupan sehari-hari,” ujar Fadel.

Ia menguraikan, masing-masing media tanam ditanami satu bibit pakcoy dan disiram menggunakan air secukupnya. Kemudian, mahasiswa menginstruksikan kepada anak-anak untuk merawat tanaman itu dengan menyiramnya dua kali sehari dan diletakkan pada tempat yang terlindung dari paparan sinar matahari.

Sesaat setelah melakukan edukasi, anak-anak diajak untuk melakukan penanaman secara mandiri di lokasi dengan media tanam serta bibit yang telah disediakan oleh kelompok mahasiswa KKN-T IPB University.  “Selain kegiatan edukasi bercocok tanam pakcoy, mahasiswa juga mengadakan challenge pembuatan konten berupa video pertumbuhan tanaman pakcoy yang telah ditanam dari hari pertama penanaman hingga siap dipanen,” sebut Fadel.

Video tersebut, lanjut dia, terdiri dari kumpulan foto atau video pertumbuhan tanaman yang diambil anak-anak dari hari pertama hingga hari tanaman siap dipanen (sekitar 28-30 hari). Video diunggah pada platform TikTok, kemudian dinilai berdasarkan tingkat kreativitasnya. Pembuat video yang paling kreatif, akan mendapatkan reward di hari penjurian.

Selain nominasi video terkreatif, ada dua nominasi lain yaitu hasil tanaman terbaik dan wadah tanam terkreatif. Kategori hasil tanaman terbaik dinilai dari kualitas pakcoy yang tumbuh paling baik seperti daunnya hijau dan banyak kemudian batangnya tegap dan seluruh bagian tanaman terlihat segar. Sementara untuk kategori wadah tanam terkreatif dilihat dari kreatifitas anak-anak dalam menghias wadah tanam botol plastiknya agar terlihat lebih menarik.

“Kami juga rutin melakukan monitoring setiap tiga hingga empat hari sekali sampai hari penjurian. Hal ini dilakukan untuk memeriksa pertumbuhan pakcoy sekaligus mendiskusikan secara bersama-sama setiap permasalahan yang dihadapi selama proses pemeliharaan,” kata Fadel. (*)

Sumber : https://ipb.ac.id/news/index/2022/07/edukasi-pertanian-sejak-dini-mahasiswa-kkn-t-ipb-university-buat-fyp-challenge/833a6dcb44053c733353e555af9db730

Skip to content