Siaran Pers No.1083/SP.BIRKOM.IPB/VII/2021: Ketua Forum Rektor Indonesia Tegaskan Kampus Harus Makin Diberdayakan Atasi COVID-19

Siaran Pers
IPB University
No 1083/SP.BIRKOM.IPB/VII/2021
Bogor, 26 Juli 2021

Ketua Forum Rektor Indonesia Tegaskan Kampus Harus Makin Diberdayakan Atasi COVID-19

Pandemi COVID-19 telah mengakibatkan terjadinya krisis multi-dimensional yang memunculkan berbagai persoalan dan tantangan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, baik di aras lokal, nasional maupun global. Kehadiran COVID-19 turut memberikan dampak di berbagai bidang termasuk bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, politik dan keamanan.

“Kami mengapresiasi langkah-langkah konkrit perguruan tinggi dalam membantu mengatasi pandemi COVID-19 selama ini,” ujar Prof Arif Satria, Ketua Forum Rektor Indonesia.

Namun demikian, kata Rektor IPB University itu, kami terus mengajak perguruan tinggi (PT) agar terus berperan melalui sinergi dengan pemerintah, swasta, dan masyarakat. Ia pun menerangkan beberapa langkah yang masih perlu didorong.

Pertama, membantu peningkatan kemampuan testing dengan percepatan waktu untuk mendapatkan hasil dengan target 500.000 tes PCR per hari. Oleh karena itu, Prof Arif Satria mengatakan, pemetaan kapasitas peralatan dan sumberdaya manusia yang tersedia di PT harus segera dilakukan. Ia pun menerangkan, koordinasi untuk memanfaatkan potensi besar dari PT dalam membantu pemerintah dan pemerintah daerah perlu ditingkatkan.

Kedua, memaksimalkan semua potensi dokter dan tenaga kesehatan di fakultas kedokteran, pendidikan tinggi di bidang kesehatan, dan rumah sakit universitas. Dengan demikian, diharapkan agar semua siap menjadi pendamping isolasi mandiri dari semua pasien yang sudah terkonfirmasi hasil PCR tesnya positif.

Ketiga, bekerjasama dengan berbagai pihak untuk memanfaatkan fasilitas penginapan perguruan tinggi seperti asrama, rusunawa, tempat diklat agar siap menjadi tempat isolasi mandiri yang efisien dan efektif. Hal tersebut perlu dilakukan karena saat ini pemerintah dan berbagai rumah sakit ingin memperluas jaringan perawatan isolasi mandiri bagi pasien dengan gejala sedang.

Keempat, meneruskan secara terstruktur dan berkesinambungan inovasi-inovasi yang sudah dilahirkan oleh berbagai perguruan tinggi. Inovasi yang dimaksud baik dalam menemukan dan mengembangkan produk-produk obat, reagen/kit, oxygen concentrator, peralatan dan sarana prasarana pendukung rumah sakit yang dihasilkan oleh bangsa sendiri sebagai bagian dari upaya mengurangi impor dan meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia di pasar dunia.

“Oleh karena itu diperlukan kerjasama dalam pendanaan riset, dukungan perijinan, dan akses produk-produk inovasi ke dalam e-catalog untuk memudahkan pembelian. Sekaranglah saatnya bagi pemerintah dan dunia usaha untuk bermitra secara serius dengan perguruan tinggi untuk menghasilkan produk-produk Indonesia Incorporated tersebut,” ujar Prof Arif Satria.

Kelima, Prof Arif Satria mengajak para rektor untuk membantu percepatan vaksinisasi dengan menjadikan kampus sebagai salah satu sentra vaksin.

Keenam, Prof Arif mengatakan perguruan tinggi perlu melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya vaksin dan penerapan protokol kesehatan. “Aktivitas Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa bisa diarahkan menjadi relawan yang membantu mengatasi pandemi Covid-19, ” imbuhnya.

Prof Arif yakin bahwa masih terbuka aktivitas yang dapat dilakukan perguruan tinggi sesuai dengan perkembangan yang ada. “Semoga dengan diberdayakannya perguruan tinggi, dapat membantu percepatan solusi atas pandemi Covid-19, ” harapnya. (*/RA)

Keyword: covid-19, vaksinasi, isolasi covid, Forum Rektor Indonesia, Rektor IPB

Kategori: SDGs-3, SDGs-17
========================
Biro Komunikasi
IPB University
http://ipb.ac.id

Homepage


http://greencampus.ipb.ac.id
http://covid19care.ipb.ac.id
Telp: 0251-8622642
WA : 0813-1114-5893
Email: biro.komunikasi@apps.ipb.ac.id
Fb: @ipbuniversity
Twitter : @ipbofficial
IG : @ipbofficial
Line : @ipbuniversity

Siaran Pers No 999/SP.BIRKOM.IPB/VII/2021 : Pakar Ekonomi IPB University Ulas Economic Survival Selama PPKM Darurat

Siaran Pers
IPB University
No 999/SP.BIRKOM.IPB/VII/2021
Bogor, 12 Juli 2021

Pakar Ekonomi IPB University Ulas Economic Survival Selama PPKM Darurat

PPKM atau yang dikenal dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat secara resmi telah ditetapkan mulai dari 3 Juli hingga 20 Juli 2021. Adanya PPKM tentu memberikan tantangan baru bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi. Hal ini mendorong Fakultas Ekonomi Manajemen (FEM) IPB University menggelar webinar “Economic Survival selama PPKM Darurat”, (9/07).

Diskusi ini menghadirkan Raden Rauf, Alumni IPB University yang kini menjadi content creator dan influencer di media sosial serta Dr Iman Sugema, Dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEM IPB University.

Dr Iman Sugema mengungkapkan sudut pandangnya di bidang ekonomi yang berkaitan dengan dampak pandemi. Menurutnya, semua sektor terdampak negatif.

“Dalam konteks yang sekarang, sebetulnya dampaknya jauh lebih parah. Karena sebagian besar penganggur itu adalah penganggur baru dari sektor pariwisata, hotel, travelling dan restoran,” tambahnya.

Di lain sisi, Dr Iman mencermati peluang baru di masa pandemi. Yaitu prospek ekonomi di dunia digital. Pada tahun 2005, Dr Iman menghitung pengguna telepon genggam sekitar 750 ribu. Saat ini penggunanya sudah mencapai 300 juta.

”Jadi situasinya sangat drastis berkembang. Artinya dari situ saja sudah terbuka market yang sedemikian lebar. Sehingga semua orang yang punya pemikiran kreatif yang bisa merebut celah-celah ini dan akan memiliki peluang berhasil lebih baik. Sementara itu, dari aspek manajemen, maka dalam hal ini teori mengenai cooperation lebih banyak terbentuk dari industri sosial media,” imbuh Pakar Ekonomi Makro IPB University ini.

Besarnya peluang di dunia digital ini dibenarkan oleh Raden Rauf. Konten creator menjadi salah satu profesi yang ditekuni oleh Raden Rauf. Selama pandemi, Rauf masih bisa menjalankan profesinya untuk membuat konten.

“Apabila banyak orang yang berpikir bermain Media Sosial (Medsos) itu untuk seru-seruan, kenapa tidak coba berpikir sebagai content creator-nya. Aslinya saya tidak mengerti tentang cinta-cintaan, tapi dipaksa dengan keadaan, saya akhirnya belajar. Dulu awalnya orang bertanya tentang cinta-cintaan, saya menjawab dengan sambil bercandaan, dan akhirnya viral. Di saat itu saya akhirnya berpikir bahwa apa yang saya katakan sudah mulai didengar,” ujar Alumnus FEM IPB University ini.

Raden Rauf mengungkapkan bahwa ilmu manajemen yang telah ia pelajari di IPB University tetap dapat ia gunakan. “Dari IPB University kan saya belajar ilmu marketing sehingga saya bisa menjual apapun. Saya hitung-hitungannya begini: waktu itu kan sangat berharga, jadi saya membuat manajemen waktu. Saya bekerja dari pagi sampai sore dan malamnya saya membuat konten. Setelah itu saya berpikir, dengan full di rumah, maka saya bisa mengatur waktu saya sendiri. Hendak membuat konten jam berapa, mau main sama anak jam berapa. Hal ini yang membuat saya berani untuk resign dari pekerjaan saya dulu. Saya juga sudah mendiskusikan hal ini dengan keluarga,” pungkas mantan pegawai Astra Group ini. (SMH/Zul)

Kata kunci: Ekonomi, PPKM Darurat, Pandemi, FEM, IPB University, alumnus IPB

Kategori SDGs: SDGs-3, SDGs-4, SDGs-8
========================
Biro Komunikasi
IPB University
http://ipb.ac.id

Homepage


http://greencampus.ipb.ac.id
http://covid19care.ipb.ac.id
Telp: 0251-8622642
WA : 0813-1114-5893
Email: biro.komunikasi@apps.ipb.ac.id
Fb: @ipbuniversity
Twitter : @ipbofficial
IG : @ipbofficial
Line : @ipbuniversity

Alur Masuk Asrama Isolasi A5 Jalur Klinik IPB

Berikut Alur Masuk Asrama Isolasi A5 Jalur Klinik IPB

Khusus Mahasiswa,
Dosen, Tendik dan Keluarga Inti Dosen dan Tendik

Jaga kesehatan serta Terapkan Prokes 5M, bersama #dirumahaja

#staysafe
#stayhealthy
#IPBNesian
#IPBUniversity