Prof Dr Hari Wijayanto Paparkan Strategi Penguatan Kerangka Indeks Keterbukaan Informasi Publik

Prof Dr Hari Wijayanto Paparkan Strategi Penguatan Kerangka Indeks Keterbukaan Informasi Publik

Akses terhadap informasi merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin dan dilindungi konstitusi. Informasi menjadi kebutuhan pokok bagi setiap orang untuk pengembangan pribadi dan lingkungan sosial serta menjadi bagian penting bagi ketahanan sosialnya. Oleh sebab itu , keterbukaan informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan badan publik lainnya, serta segala sesuatu yang berhubungan pada kepentingan publik.

Terkait keterbukaan informasi publik terutama data, Prof Dr Hari Wijayanto, Guru Besar IPB University bidang Statistika mengatakan strategi peningkatan mutu data dapat dilakukan dengan membuat pertanyaan dan definisi variabel sejelas mungkin. Apabila pengisian dilakukan secara mandiri maka perlu meminta menyertakan bukti, melakukan verifikasi antara data dokumen dengan data yang ada di lapangan, serta meminta penilaian yang independen.

Lebih lanjut ia menjelaskan, indeks Keterbukaan Informasi Publik (KIP) ditentukan melalui indikator penyusunan yang benar-benar mencerminkan KIP serta instrumen pengukurannya menjamin dapat menghasilkan. “Selain itu, diperlukan data yang berkualitas yaitu validitas dan reabilitasnya tinggi serta Indeks yang dibangun dengan mempertimbangkan tingkat kepentingan dari indikator-indikator penyusunannya,” tambahnya ketika menjadi narasumber dalam kegiatan Forum Komunikasi Informasi Publik yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan bersama dengan Komisi Informasi Pusat, 27/11.

 

Dalam pemaparannya, Prof Hari menyampaikan kriteria instrumen yang baik antara lain memiliki validitas, reliabilitas, sensitivitas, obyektivitas, dan fisibilitas yang tinggi. Validitas yang dimaksud adalah mampu mengukur apa yang ingin diukur, reliabilitas maknanya adalah hasil pengukuran konsisten jika diulang, sensitivitas maknanya adalah mampu membedakan adanya variasi karakteristik-karakteristik yang diukur, obyektivitas maknanya bebas dari pendapat dan penilaian subyektif, dan fisibilitas maknanya adakah mampu menyesuaikan dengan berbagai kondisi/keterbatasan yang ada.

“Secara umum, aspek yang diharapkan untuk membangun indeksnya. Umumnya sudah bagus, namun kekurangannya adalah adanya under estimate proses keterbukaan informasi publik. Akhirnya ini dapat menyebabkan indikator yang tidak penting mendominasi,” jelasnya. (SMH/RA)

Kata kunci: Strategi, Indeks, KIP, Guru Besar IPB

Kategori: SDGs-17,
========================

Siaran Pers
IPB University
No 1522/SP.BIRKOM.IPB/XI/2020
Bogor, 28 November 2020

Biro Komunikasi
IPB University
http://ipb.ac.id

Homepage


http://greencampus.ipb.ac.id
http://covid19care.ipb.ac.id
Telp: 0251-8622642
WA : 0813-1114-5893
Email: biro.komunikasi@apps.ipb.ac.id
Fb: @ipbuniversity
Twitter : @ipbofficial
IG : @ipbofficial
Line : @ipbuniversity

IPB University Konsisten Informatif Selama 3 Tahun Versi Komisi Informasi Pusat

IPB University Konsisten Informatif Selama 3 Tahun Versi Komisi Informasi Pusat

IPB University lagi-lagi dinobatkan menjadi Perguruan Tinggi Negeri Informatif dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2020. Sebelumnya selama dua tahun berturut-turut yaitu 2018 dan 2019, IPB University selalu menjadi kampus yang masuk klaster Informatif dalam penilaian yang dilakukan oleh Komisi Informasi Pusat (KIP) ini.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia (RI), Prof Dr KH Ma’ruf Amin kepada Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria pada acara Penganugerahan yang dilakukan secara daring, Kamis (25/11).

 

 

“Penganugerahan ini diberikan oleh Komisi Informasi Pusat setiap tahunnya kepada Badan Publik yang menerapkan dan menjalankan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), berdasarkan monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Komisi Informasi Pusat,” terang Ketua Komisi Informasi Pusat, Gede Narayana.

Anugerah Keterbukaan Informasi Publik tahun ini diberikan kepada Badan Publik yang memenuhi Kualifikasi Informatif meliputi Badan Publik Kementerian, Lembaga Negara dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Lembaga Non Struktural, Pemerintah Provinsi, Badan Usaha Milik Negara, Perguruan Tinggi Negeri, dan Partai Politik.

Prof Dr KH Ma’ruf Amin dalam sambutannya menyebut, ajang ini merupakan ajang untuk mengapresiasi badan publik yang telah serius mengupayakan keterbukaan informasi publik demi memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses informasi.

“Kepada badan publik yang mendapatkan kualifikasi informatif, saya ucapkan selamat atas pencapaiannya. Teruslah bertahan dalam visi untuk menjaga serta mengembangkan kualitas pelayanan publik agar semakin baik lagi. Kepada badan publik dengan kualifikasi menuju informatif, saya berharap tahun depan seluruhnya dapat memenuhi kualifikasi informatif dengan komitmen dan strategi, yang tepat saya yakin hal itu bisa diwujudkan,” kata Prof Ma’ruf Amin.

Adapun badan publik yang masih berada dalam kualifikasi cukup informatif, kurang informatif dan tidak informatif, Wakil Presiden RI mendorong untuk terus melakukan akselerasi dan perbaikan implementasi keterbukaan informasi publik dengan mengaplikasikan secara konsisten nilai transparansi, akuntabilitas, inovasi serta partisipasi dalam setiap akses pelayanan informasi publik.

Atas capaian ini, Rektor IPB University, Prof Dr Arif mengungkapkan rasa syukur karena IPB University mampu mempertahankan prestasi yang baik ini. “Semoga prestasi ini semakin menyemangati kita semua untuk terus mewujudkan Good University Governance. Prestasi ini tak lepas dari peran seluruh stakeholders IPB University dalam memberikan pelayanan publik, khususnya Biro Komunikasi yang selama ini memberikan pelayanan informasi maupun dalam publikasi atau pemberitaan yang luas dan tak henti-henti baik melalui website, media sosial, media massa, media luar ruangan, maupun media internal dan karya-karya lainnya,” jelas Rektor.

Keyword: Keterbukaan Informasi Publik, Kluster Informatif, IPB Badan Publik Informatif

Kategori SDGs: SDGs-16
========================

Siaran Pers
IPB University
No 1497/SP.BIRKOM.IPB/XI/2020
Bogor, 25 November 2020

Biro Komunikasi
IPB University
http://ipb.ac.id

Homepage


http://greencampus.ipb.ac.id
http://covid19care.ipb.ac.id
Telp: 0251-8622642
WA : 0813-1114-5893
Email: biro.komunikasi@apps.ipb.ac.id
Fb: @ipbuniversity
Twitter : @ipbofficial
IG : @ipbofficial
Line : @ipbuniversity

Bincang Keterbukaan Informasi Publik untuk Gugus Komunikasi dan Ormawa IPB University

Siaran Pers
IPB University
No 1463/SP.BIRKOM.IPB/XI/2020
Bogor, 18 November 2020

Bincang Keterbukaan Informasi Publik untuk Organisasi Kemahasiswaan dan Gugus Komunikasi IPB University

Romanus Ndau Lendong, Ketua Bidang Penelitian dan Dokumentasi Komisi Informasi Pusat RI menjadi narasumber dalam agenda Bincang Keterbukaan Informasi Publik yang diadakan oleh IPB University, (18/11). Romanus mengawali pemaparannya dengan kondisi Indonesia saat ini. Menurutnya hoaks atau berita bohong menyebar luas karena orang tidak bijak dalam bermedsos. Hal tersebut menurut Romanus menyebabkan terjadinya ekslusivisme, intoleransi, serta kebebasan berpendapat namun minus tanggung jawab.

“Saat ini kita rasakan informasi seperti badai dan kita kesulitan untuk memverifikasinya. Karena di media sosial kebenaran dan kebohongan terasa sama-sama meyakinkan,” kata Romanus.

Romanus Ndau mengutip ucapan beberapa tokoh seperti Francis Bacon, Thomas Jeffersin, James Madison, serta John Naisbit bahwa pengetahuan adalah kekuatan. Keterbukaan informasi bahkan sangat berkaitan dengan kesejahteraan. Romanus mencontohkan kasus kelaparan 1943 di daerah Bengali, India yang terjadi karena kurangnya informasi, karena di saat yang sama daerah-daerah di sekitarnya justru mengalami kelimpahan produksi. Sebaliknya negara Qatar dan Luxemburg yang memiliki pendapatan tinggi karena keterbukaan informasi memudahkan aktivitas investasi di kedua negara tersebut.

Visi Indonesia yang tercantum dalam Undang-undang (UU) No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik menyebutkan bahwa negara menjamin hak warganya untuk mendapatkan informasi dengan tujuan mengembangkan diri dan lingkungan sosial, membangun harmoni sosial dengan mencegah prasangka, serta untuk Indonesia bersatu, maju, mandiri, adil, dan sejahtera.

“Jadi IPB University ini jangan jadi menara gading. Kalau Anda punya informasi dan pengetahuan Anda bisa mengembangkan diri dan lingkungan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Romanus juga menyampaikan definisi informasi publik. “Informasi publik merupakan informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu badan publik. Banyak yang salah mengira bahwa ucapan pejabat sudah pasti informasi publik. Padahal belum tentu, bisa jadi itu hanya opini pribadi,” ujar Romanus.

Informasi publik dikategorikan menjadi empat. Pertama adalah informasi yang diumumkan secara berkala. Kedua, informasi yang diumumkan serta-merta yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak dan kepentingan yang mendesak. Ketiga, informasi yang harus selalu tersedia setiap saat berupa hasil keputusan, pertimbangan, dan rencana kerja. Keempat, informasi yang dikecualikan yakni yang berkaitan dengan rahasia dan data pribadi.

“Sekarang sedang dirancang UU Perlindungan Data Pribadi. Karena banyak data pribadi yang disalahgunakan. Informasi pribadi kita adalah aset bagi para pengusaha,” jelas Romanus.

Di akhir sesi, Romanus mengajak mahasiswa agar meningkatkan kekuatan pembelajaran yang kritis. Karena mahasiswa adalah penentu masa depan, maka harus menjadi energi kemajuan negeri untuk terus berinovasi. Semua itu berawal dari keaktifan mahasiswa untuk mencari informasi dan pengetahuan, menumbuhkan budaya ilmiah, dan menghindari budaya membicarakan sesuatu yang belum pasti (bergosip). (SWP/Zul)

Keyword : Hoaks, Informasi Publik, IPB University, Keterbukaan Informasi Publik

Kategori SDGs: SDGs-10
========================
Biro Komunikasi
IPB University
http://ipb.ac.id

Homepage


http://greencampus.ipb.ac.id
http://covid19care.ipb.ac.id
Telp: 0251-8622642
WA : 0813-1114-5893
Email: biro.komunikasi@apps.ipb.ac.id
Fb: @ipbuniversity
Twitter : @ipbofficial
IG : @ipbofficial
Line : @ipbuniversity

UTBK Digelar, IPB University Terapkan Protokol COVID-19 Secara Ketat

Siaran Pers
IPB University
No 776/SP.BIRKOM.IPB/VII/2020
Bogor, 6 Juli 2020

UTBK Digelar, IPB University Terapkan Protokol COVID-19 Secara Ketat

Tahun ini, IPB University kembali ditunjuk menjadi salah satu Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan UTBK tahun ini diberlakukan protokol kesehatan secara ketat mengingat pelaksanaan tes masih dalam kondisi pandemi COVID-19.

Sehubungan dengan pandemi ini peserta yang diijinkan mengikuti tes hanya yang berdomisili di Kabupaten maupun Kota Bogor. Hal ini berdasarkan Surat Walikota Bogor tertanggal 24 Juni 2020 berkaitan dengan masih berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan dikuatkan oleh surat dari Sekda Provinsi Jawa Barat selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 di Jawa Barat tanggal 1 Juli 2020.

Peserta yang tidak diijinkan mengikuti tes di Pusat UTBK IPB University telah diberitahu sebelumnya melalui email, website UTBK-IPB dan helpdesk yang disediakan. Para peserta tersebut diminta untuk tidak hadir dan mengisi formulir online untuk pendataan kembali informasi domisili. Data tersebut akan disampaikan kepada LTMPT untuk kemudian peserta akan direlokasi ke tempat tes yang lebih dekat dengan domisili masing-masing pada tanggal 20-24 Juli 2020. Dengan demikian hal ini hanya merupakan penudaan waktu tes saja.

Peserta yang berasal dari luar Bogor maupun yang tidak dapat hadir UTBK dengan alasan keselamatan, akan dilakukan penempatan kembali (relokasi) UTBK di Kabupaten/Kota asal atau lokasi terdekat domisili peserta. IPB University sebagai salah satu Pusat UTBK telah menyampaikan informasi relokasi untuk peserta dari luar Bogor ini melalui email ke masing-masing peserta UTBK.

Peserta keseluruhan yang akan melaksanakan UTBK di Pusat UTBK IPB University sebanyak 14.893 orang. Pelaksanaan Tes UTBK di IPB dilaksanakan pada tahap pertama, 5-14 Juli 2020. Pelaksanaan tes pada masing-masing hari dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi pagi pukul 8.15-11.15 dan sesi siang pukul 13.15-16.15. Pada hari pertama, sebanyak 2.854 peserta di Pusat UTBK-IPB telah mengikuti ujian.

Pelaksanaan UTBK di bawah koordinasi IPB University tersebar di 19 titik yaitu Kampus IPB Dramaga, Kampus IPB Cilibende, Kampus IPB Gunung Gede dan Sekolah Mitra IPB yaitu SMAN 1 Bogor, SMAN 5 Bogor, SMK Informatika Pesat, SMAS YPHB, SMKS Bina Mandiri Bogor, SMAN 10 Bogor, MAN 2 Kota Bogor, SMKN 2 Bogor, SMAN 3 Bogor, SMAN 1 Bogor, SMAN 2 Bogor, SMKN 3 Bogor, SMKN 1 Cibinong, SMKS PGRI 3 Bogor, SMAN 1 Rancabungur, dan SMKN 1 Ciomas.

Pada pelaksanaan tes hari pertama, Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria berkesempatan mengunjungi lokasi tes di Kampus IPB Cilibende. Rektor berharap UTBK bisa berjalan dengan lancar hingga di hari terakhir pelaksanaan. “Meskipun masih di suasana pandemi COVID-19, kita berharap pelaksanaan UTBK berjalan dengan lancar, tertib dan aman, ” ungkapnya.

Penerapan protokol kesehatan saat pelaksanaan UTBK di IPB University dilakukan sejak peserta tes memasuki lokasi ujian baik di lingkungan kampus maupun di lokasi mitra yaitu beberapa sekolah di Kota/Kabupaten Bogor. Peserta tes diwajibkan memakai masker sejak dari rumah, face shield sebelum memasuki lokasi ujian serta tetap melakukan physical distancing. Peserta tes juga dianjurkan memakai sarung tangan serta face shield selama tes berlangsung. Sarung tangan plastik disediakan oleh Pusat UTBK-IPB University. Protokol kesehatan ini telah diinformasikan kepada peserta pada hari-hari sebelum pelaksanaan ujian.

Di samping itu, peserta juga diwajibkan langsung pulang ke tempat tinggal masing-masing seusai mengerjakan tes.

Sejumlah tenaga medis dan paramedis yang dikoordinasikan oleh IPB University bekerjasama dengan rumah sakit dan sekolah ditugaskan di masing-masing lokasi ujian. (RA/sn)

Keyword: UTBK IPB University, protokol COVID-19 di UTBK, lokasi UTBK IPB, relokasi peserta UTBK
========================
Biro Komunikasi
IPB University
http://ipb.ac.id
http://ppid.ipb.ac.id
http://greencampus.ipb.ac.id
Telp: 0251-8425635
WA : 0813-1911-7875
Email: biro.komunikasi@apps.ipb.ac.id
Fb: @ipbuniversity
Twitter : @ipbofficial
IG : @ipbofficial
Line : @ipbuniversity

Siaran Pers No. 678/SP.BIRKOM.IPB/VI/2020 : IPB Rutin Berikan Kebijakan UKT Tiap Semester

Siaran Pers
IPB University
No 678/SP.BIRKOM.IPB/VI/2020
Bogor, 21 Juni 2020

IPB Rutin Berikan Kebijakan UKT Tiap Semester

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI baru-baru ini meluncurkan kebijakan untuk membantu mahasiswa yang terdampak pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) melalui penyesuaian Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Dana Bantuan UKT mahasiswa.

Menanggapi kebijakan Kemdikbud, Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria mengatakan bahwa Kebijakan Mendikbud ini sejalan dengan langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh IPB terhadap mahasiswa yang terdampak COVID-19.

Bahkan sebelum pandemi ini, pada setiap semester IPB University memberikan kebijakan penyesuaian UKT bagi mahasiswa yang membutuhkan. Sekurangnya 200 mahasiswa per semester mengajukan penyesuaian UKT dalam beberapa tahun terakhir. Bagi yang lolos verifikasi, UKT-nya diturunkan 1-2 tingkat tergantung permasalahannya.

Rektor IPB University menambahkan bahwa IPB telah menerbitkan tiga Surat Keputusan (SK) Rektor terkait langkah-langkah tersebut yaitu SK Rektor No 92/IT3/KM/2020 tentang Pemberian Bantuan Pembiayaan Kuota Internet Bagi Mahasiswa, SK Rektor No 95/IT3/KM/2020 tentang Bantuan Biaya Hidup Bagi Mahasiswa yang Terdampak COVID-19, serta SK Rektor No 111/IT3/KM/2020 tentang Bantuan Biaya Pendidikan Bagi Mahasiswa yang Terdampak COVID-19.

Sehubungan pandemi COVID-19, mahasiswa juga diberi skema keringanan, baik berupa penurunan, pencicilan maupun perubahan UKT bagi yang terdampak pandemi COVID-19 dan diberi kesempatan mengajukan beasiswa Kartu Indonesia Pintar – Kuliah (KIP-K) bagi mahasiswa baru. Di samping itu, mahasiswa juga diberikan bantuan untuk kuota internet dan bantuan lain sesuai kebijakan perguruan tinggi.

Lebih lanjut Rektor mengatakan bahwa untuk mahasiswa yang orangtuanya terdampak pandemi seperti terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), pendapatannya menurun tajam, atau orangtuanya meninggal, maka yang seperti ini tentu akan dibantu untuk ditinjau kembali besaran UKT-nya seperti sebelumnya. “Bagi mahasiswa yang betul-betul tidak sanggup membayar UKT, bisa saja dibebaskan dari pembayaran UKT atau dicarikan beasiswa,” ujar Prof Arif.

Jumlah mahasiswa yang membutuhkan penyesuaian UKT pada masa pandemi tentu akan meningkat. Untuk itu mahasiswa yang membutuhkan dipersilakan mengajukan penyesuaian UKT untuk dipertimbangkan dan disesuaikan setelah lolos verifikasi. Mahasiswa yang membutuhkan penurunan UKT dipersilahkan berkoordinasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa – Keluarga Mahasiswa (BEM KM).

Adapun verifikasi untuk menentukan siapa-siapa yang UKT-nya akan dikurangi, siapa yang diperbolehkan untuk mencicil, dan siapa-siapa yang akan dibebaskan dari pembayaran UKT akan dilakukan bersama dengan pengurus BEM KM. “Ini sifatnya case by case, tidak bisa digeneralisir. Tapi prinsipnya kita mencoba untuk membantu meringankan beban mahasiswa. Intinya, jangan sampai ada mahasiswa yang bermasalah dalam ekonomi tidak bisa survive karena persoalan biaya. Kerjasama dengan BEM KM dimaksudkan agar ada transparansi, sekaligus menunjukkan bahwa keberadaan BEM KM memang bermanfaat bagi mahasiswa,” jelas Rektor.

Adapun bantuan kuota internet mahasiswa diberikan setelah sebelumnya pihak institusi beserta BEM KM melakukan survei untuk memperkirakan berapa kebutuhan kuota internet. Terkait bantuan subsidi kuota internet kepada mahasiswa ini, Rektor mengatakan, “Sampai saat ini, sudah 13.977 mahasiswa multistrata yang mendapat bantuan kuota internet sebesar Rp 150 ribu per bulan atau sebesar Rp 450 ribu untuk tiga bulan (April-Juni), dan saat ini institusi sedang dalam proses menindaklanjuti laporan dari BEM KM terkait 498 mahasiswa yang belum menerima bantuan kuota internet, karena kendala teknis seperti kesalahan data atau belum lengkapnya informasi rekening.”

“Tak hanya itu, institusi juga menyediakan bantuan untuk mahasiswa yang tidak bisa pulang yang disebabkan daerahnya merupakan zona merah atau tidak ada biaya untuk pulang. Kita siapkan paket-paket bantuan makan, vitamin, dan ada yang berbentuk bantuan pendidikan,” ujar Rektor.

Terkait paket bantuan dalam bentuk makanan ini, diberikan berupa makan siang dan makan malam kepada 90-110 mahasiswa yang tinggal di dalam kampus selama 65 hari pada rentang waktu 23 Maret – 29 Mei 2020. Selain itu, paket bantuan pendidikan berupa uang tunai untuk menopang biaya hidup juga diberikan kepada 724 mahasiswa multistrata yang masih tinggal di lingkar kampus selama bulan April-Mei sebesar Rp 400 ribu (bagi penerima beasiswa) dan Rp 800 ribu (bagi bukan penerima beasiswa).

Rektor menguraikan, “Dalam berbagai kesempatan dialog dengan BEM KM yang mewakili mahasiswa, saya sering sampaikan, tidak boleh ada mahasiswa yang drop out (DO) karena tidak bisa bayar UKT. Kita carikan sumber-sumber pembiayaan lain seperti beasiswa atau bantuan dari Alumni Asuh.”

Menghadapi semester ganjil Tahun Akademik 2020/2021, selain komitmen terus menjalankan kebijakan penyesuaian UKT, IPB University juga menyediakan skema Beasiswa COVID-19 untuk bantuan biaya UKT bagi mahasiswa multistrata yang sangat membutuhkan dengan besaran maksimal Rp 2,4 juta. Bagi mahasiswa baru program vokasi dan sarjana yang tidak mampu secara ekonomi, telah tersedia kuota KIP-K untuk 1.352 orang.

“Sampai saat ini, kami telah melakukan verifikasi dan menetapkan kurang lebih 700 mahasiswa dari jalur SNMPTN, Ketua OSIS, jalur Prestasi Internasional dan Nasional (PIN) dan USMI Vokasi sebagai penerima KIP-K, dan masih ada 652 kuota untuk jalur SBMPTN, UTM dan mahasiswa baru yang sangat membutuhkan. Juga tersedia beasiswa lainnya dengan berbagai skema, berasal dari Alumni, Yayasan, Lembaga Amil Zakat dan donatur lainnya, ” jelas Rektor.

Bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir pun telah diambil kebijakan keringanan UKT selama masa pandemi COVID-19.

Selain itu, Rektor juga menjelaskan bahwa kebijakan perkuliahan memang akan dilaksanakan secara daring, namun bagi mata kuliah yang terdapat praktikum maka kegiatannya praktikum akan tetap dilaksanakan pada alih semester ganjil ke genap, tanpa dipungut biaya lagi. “Jadi tidak benar jika ada anggapan bahwa UKT semester ganjil hanya untuk membiayai perkuliahan daring karena praktikumnya masih tetap ada untuk menjamin ketercapaian learning outcome,” tegas Rektor. (*)

Keyword: Uang Kuliah Tunggal (UKT), bantuan kuota internet, KIP Kuliah, bantuan biaya pendidikan, mahasiswa terdampak COVID-19
========================
Biro Komunikasi
IPB University
http://ipb.ac.id

Homepage


http://greencampus.ipb.ac.id
Telp: 0251-8425635
WA : 0813-1911-7875
Email: biro.komunikasi@apps.ipb.ac.id
Fb: @ipbuniversity
Twitter : @ipbofficial
IG : @ipbofficial
Line : @ipbuniversity