Dua Pejabat KKP yang Baru Dilantik adalah Alumni ITK IPB University

Dua alumni IPB University mengisi jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kegiatan pelantikan tersebut dilaksanakan di Ballroom Gedung Mina Bahari III, Jakarta Pusat, pekan lalu. Pengangkatan para pejabat tersebut berdasarkan SK Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 29/MEN-KP/KP.430/XII/2021 tanggal 30 Desember 2021.
“Belum lama ini KKP melakukan rotasi pejabat untuk meningkatkan kinerjanya. Sebanyak sembilan pejabat baru telah dilantik oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, yang terdiri dari delapan jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan satu jabatan Fungsional Ahli Utama lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dua di antaranya adalah alumni IPB University,” ujar Dr Hawis Maddupa, Ketua Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University.

Ia menambahkan, mereka adalah Trian Yunanda, alumnus ITK Angkatan 30, sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap dan Ridwan Mulyana, alumnus ITK Angkatan 27, sebagai Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan.
“Saya turut berbahagia dan mengapresiasi pencapaian yang telah diperoleh oleh kedua alumni tersebut. Semoga seluruh pejabat baru yang telah dilantik mampu menyukseskan program kerja KKP yang sudah ada dan terus memberikan inovasi kreatifnya selama menjabat. Semoga (mereka) amanah dan semangat dalam mengakselerasi terobosan yang telah dicanangkan KKP untuk kemajuan sektor kelautan dan perikanan di Indonesia. Semoga berhasil dan sukses selalu,” ujar Dr Hawis. (ARS/Zul)

 

Sumber : https://ipb.ac.id/news/index/2022/01/dua-pejabat-kkp-yang-baru-dilantik-adalah-alumni-itk-ipb-university/658f0995161294649da94d713a305e94

Guru Besar IPB University, Jalangkung Juga Termasuk Boneka Arwah

Prof Euis Sunarti, Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia IPB University mengometari fenomena boneka arwah.  Menurutnya, ini bukan hal yang baru.

“Sebelumnya sudah ada spirit doll tapi mungkin dulu belum dikemas seperti sekarang ini. Fenomena boneka arwah ini seakan-akan itu adalah hal yang prestisius, selain harganya yang sangat mahal, penampilannya juga luar biasa. Berpakaian elegan, cantik-cantik, dibuat semenarik dan selucu mungkin serta dianggap akan memberikan kekuatan, mendatangkan keberuntungan bagi pemiliknya,” ujar Pakar Ketahanan Keluarga IPB University ini.

Menurutnya, fenomena ini akan berdampak luar biasa, baik dari segi agama maupun sosial. Dari segi agama, yang mayoritas penduduknya muslim di Indonesia, ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Agama Islam melarang mempercayai adanya kehidupan atau kekuatan dari benda mati.
Demikian juga bahwa arwah itu bisa hidup kembali mengisi benda mati, menurutnya, itu tidak ada dalam Islam. Apalagi bagi orang yang mempercayai itu, maka dia sudah mempercayai kekuatan selain kekuatan Allah SWT. Jadi bisa dikatakan syirik.

“Jadi pada dasarnya, spirit doll itu sama dengan Jalangkung. Karena di kebudayaan Jawa dulu, Jalangkung adalah boneka yang dipercaya sebagai media yang mendatangkan arwah. Sedangkan di daerah lain disebut Nini Thowok atau Nini Thowong. Karena adanya kepercayaan di dalam benda mati,” imbuhnya.
Menurutnya, dalam mitologi Jawa, ada perilaku supranatural menggunakan media visual, seperti boneka, untuk berdialog dengan entitas arwah atau sebagai media sihir. Hanya, secara umum dulu dikemas seadanya.

Selain memberikan pengaruh pada tataran agama dan sosial, Prof Euis menambahkan bahwa fenomena ini juga berpengaruh terhadap keluarga.
“Asumsinya adalah tren ini kemungkinan ada faktor lain yang melatarbelakangi para selebriti memelihara spirit doll tersebut. Salah satunya mencari sensasi, agar namanya dikenal banyak orang dengan ikut-ikutan tren ini. Atau karena dampak negatif dari gaya hidup kelas menengah ke atas yang dinilai kesepian dan ini berkaitan dengan orang-orang yang sangat membutuhkan ketenaran,” ujarnya.

Menurutnya, sebetulnya mereka punya energi untuk mengekspresikan kasih sayangnya tapi tidak ada penyaluran atau tidak berusaha mencari penyaluran secara benar. Misalnya, bisa saja menyalurkan kasih sayang ini dengan keluarga, kerabat terdekat atau anak yatim piatu dan anak-anak yang membutuhkan. Atau bahkan bisa saja menyalurkan bantuan untuk para pelajar mahasiswa.

“Orang-orang yang tidak tahu menyalurkan rasa kasih sayang ini sebetulnya adalah orang-orang yang kurang mendapat sentuhan untuk bisa mengekspresikan kasih sayangnya agar tidak merasa kesepian dari keluarganya,” jelasnya.
Secara tidak sadar, tambahnya, fenomena ini akan mempengaruhi keluarga dan orang yang di sekitarnya untuk melakukan hal yang sama.

“Makanya jangan mau walau sekedar ikut-ikutan, meski hanya memuji lucunya si boneka atau dengan alasan lainnya. Untuk kasus dimana orang ingin terkenal, merasa kesepian dan sudah masuk ke gangguan mental, itu harus ada keluarga yang mengingatkan dan mempererat kekeluargaannya kembali,” imbuhnya.

Oleh karena itu, menurutnya, memilih lingkungan yang baik menjadi hal yang penting. Dan orang itu harus dibukakan banyak alternatif untuk bahagia. Salah satunya dengan memberikan pemahaman bahwa berbagi itu bisa mendatangkan kebahagiaan selama berbagi itu dengan cara yang Allah SWT perintahkan.

“Selain itu, ada tanggung jawab masyarakat luas dan netizen untuk bisa mengontrol, mengoreksi terhadap pihak-pihak tertentu dengan tidak memuji berlebihan dan jangan sampai jadi budaya baru yang tidak baik,” pungkasnya. (Ratna/Zul)

 

Sumber : https://ipb.ac.id/news/index/2022/01/guru-besar-ipb-university-jalangkung-juga-termasuk-boneka-arwah/ff01a590b9b108f9d770052c6ca5bba9

Pusat Studi Bencana IPB University dan Kementerian Pertanian Bahas Bencana Hidrologis

Pusat Studi Bencana (PSB) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB University bersama Kementerian Pertanian RI kembali menyelenggarakan webinar series Bimbingan Teknis secara daring. Tema yang diangkat yaitu Mitigasi Pangan Menghadapi Bencana Hidrologis : Ketersediaan Stok Pangan dan Perlindungan Petani di Pulau Jawa.  Webinar series ini merupakan bentuk nyata kehadiran kampus dan pihak terkait dalam rangka mengedukasi kebencanaan.

Dr Ernan Rustiadi, Kepala LPPM IPB University menyebutkan bahwa pihaknya menyambut baik pelaksanaan diskusi ini. Ia menyebut, diskusi pangan di Indonesia tidak mungkin mengabaikan peran dari Pulau Jawa.

“Dengan luas 7 persen dari total luas daratan Indonesia, Pulau Jawa mampu menyumbang hampir 60 persen total beras di nusantara,” katanya.

Hal ini diperkuat oleh Usep Supriatman, Anggota Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor. Dalam pemaparannya, ia  menjelaskan bahwa produksi pangan dan hortikultura menjadi penyumbang besar pendapatan daerah.

“Tentu ini bisa dikatakan juga berbanding lurus dengan tempat petani melakukan budidaya,” katanya.  Ia melanjutkan, curah hujan yang tinggi dalam beberapa tahun belakangan ini, menjadi masalah tersendiri ketika terjadi luapan dan genangan air di sawah atau ladang. Bahkan, katanya, tidak sedikit  area persawahan yang terendam banjir.

“Petani butuh solusi, karena itu kami ingin pihak kampus seperti IPB University dapat membantu kesusahan menangani dampak dari bencana hidrometeorologis ini,” terangnya.

Sementara itu, Dr Doni Yusri, Kepala PSB LPPM IPB University berharap, webinar kali ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan kepada peserta tentang manajemen logistik mitigasi bencana. Ia menjelaskan, dengan skema manajemen tersebut, masyarakat terdampak bencana khususnya petani tidak lagi was-was karena terganggunya mata pencaharian dan kebutuhan hidup sehari-hari.

“Katakanlah saat banjir melanda areal pertanian sejak beberapa waktu lalu dihadirkan solusi asuransi pertanian,” kata Doni Yusri.

Namun, katanya, asuransi ini hanya menutup kerugian bercocok tanam petani, tidak mencakup kebutuhan hidup mereka yang hilang sebagai akibat hilangnya mata pencaharian. Dosen IPB University itu menambahkan, dalam konteks kebencanaan, maka sudah sewajarnya bantuan-bantuan kebencanaan juga diberikan kepada petani maupun peternak.

Pada kesempatan yang sama, Dr Aceng Hidayat, Sekretaris Institut IPB University yang juga Kepala Kantor Manajemen Risiko dan Perlindungan Lingkungan Kerja (KMRPLK) IPB University menyajikan data-data empirik kemampuan pengelolaan lahan oleh para petani serta skema untuk mengantisipasi kesulitan petani saat bencana hidrometeorologis datang. Ia menjelaskan bahwa petani harus dibekali dengan wawasan yang cukup agar mereka dapat mengantisipasi hadirnya becana ini setiap tahun. (*)

 

Sumber : https://ipb.ac.id/news/index/2022/01/pusat-studi-bencana-ipb-university-dan-kementerian-pertanian-bahas-bencana-hidrologis/ced9a99f4c7ea1a29a547d123945a376

Kepala Pusat Studi Bencana IPB University Kunjungi Lokasi Bencana Longsor di Desa Petir

Kepala Pusat Studi Bencana, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University, Dr Doni Yusri meninjau Kampung Cibeureum, Desa Petir, Dramaga, Bogor yang menjadi lokasi bencana tanah longsor beberapa waktu. Dalam kunjungan ini, Dr Doni memberikan edukasi atau saran terkait kegiatan rehabilitasi dan juga mitigasi bencana geografis ini.

Kedatangan Dr Doni ke salah satu desa lingkar Kampus IPB Dramaga ini merupakan undangan dari Kepala Desa Petir.  Menurut Kepala Desa Petir, permasalahan utama dari bencana tanah longsor ini adalah akibat dari meluapnya air dari saluran air atau gorong-gorong yang melintasi perkampungan dan jalan-jalan desa.

“Saluran air ini letaknya lebih tinggi dari titik longsor terjadi. Intensitas hujan yang tinggi disertai dengan angin kencang mengakibatkan luapan air tidak dapat ditampung oleh drainase yang memang sangat kecil. Sehingga meluapnya air dari tempat yang tinggi mengakibatkan terjadinya tanah longsor dan menutupi aliran sungai yang melintasi perkampungan di Desa Petir,” jelas Kepala Desa.

Menanggapi hal ini, Dr Doni Yusri menjelaskan bahwa mitigasi dan penanganan bencana banjir sebaiknya difokuskan pada pengendalian pemanfaatan bantaran sungai. Selain itu, perlu pengendalian juga di proses pembebasan tanah, penganggaran pembangunan dan kewenangan masing-masing lembaga.
“Memang perlu keterlibatan dari beberapa pihak untuk memberikan solusi mitigasi ini. Kajian memang perlu dilakukan, namun aksi nyata dari berbagai lembaga juga masyarakat mesti cepat dilakukan. Ini dikarenakan sepanjang bantaran sungai banyak perubahan dari tutupan lahan yang ada,” jelasnya.

Lebih lanjut Dr Doni menjelaskan bahwa kajian-kajian yang dilakukan bisa saja dengan pendekatan manajemen risiko bencana. Kajian dan aksi diperlukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya bencana atau mengurangi daya rusak atas bencana yang tidak dapat dihindarkan.
Dr Doni berharap ada satu kegiatan pendampingan yang dapat dilakukan bersama untuk masyarakat desa setempat.

“Pada dasarnya masyarakat yang tinggal di dekat atau di sekitar aliran sungai sadar terhadap risiko bahaya dan kerugian yang ditimbulkan oleh bencana banjir. Akan tetapi masih banyak masyarakat yang tetap bersikeras untuk tinggal di wilayah rentan tersebut. Bahkan sekalipun dampak bencana banjir dialami tidak hanya sekali, tetap saja sulit untuk direlokasi ke lokasi yang lebih aman dari bahaya banjir,” imbuhnya. (**/Zul)

 

Sumber : https://ipb.ac.id/news/index/2022/01/kepala-pusat-studi-bencana-ipb-university-kunjungi-lokasi-bencana-longsor-di-desa-petir/49fd548b5e6352ba79548320dfeb27eb

Begini Perjuangan La Ode Naikkan Indeks Prestasi, dari 1,89 Menjadi 3,77

Di masa pandemi COVID-19, banyak mahasiswa baru yang harus berjuang mati-matian untuk sukses menjalani perkuliahan secara daring. Dari terbatasnya paket data internet hingga susahnya akses sinyal di daerah terpencil. Hal serupa dialami oleh La Ode Abdul Farid.
La Ode sapaan akrabnya, adalah salah satu mahasiswa IPB University yang saat ini memasuki semester empat. Anak ketiga dari enam bersaudara pasangan La Ode Hamsida dan Juna Dehe ini tinggal di Halmahera Timur, Maluku Utara.
Sang Bapak bekerja sebagai buruh bangunan bersama anak kedua. Sementara ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.

“Tak terbayangkan bagi saya diberikan kesempatan untuk kuliah di salah satu perguruan tinggi ternama IPB University di Program Studi Agribisnis. Alhamdulillah saya penerima Bidikmisi yang saat ini bernama KIP-Kuliah. Sama sekali tidak terbayangkan bisa kuliah karena ekonomi keluarga sangat tidak stabil apalagi saat pandemi,” ucap La Ode.

Satu tahun mengikuti proses kuliah daring di rumah membuat La Ode sempat mengalami down, lantaran hasil indeks prestasi yang didapat belum sesuai yang diharapkan. Hal ini disebabkan lingkungan rumah yang belum kondusif, keterbatasan paket data internet hingga keterbatasan perangkat yang dimiliki dan sinyal yang sesekali kurang mendukung.

“Sempat down. Sempat berpikir untuk tidak lanjut kuliah karena Indeks Prestasi (IP) saya 1.89 dan 2.13 di satu tahun perkuliahan. Saat itu saya tidak memiliki laptop, paket data internet terbatas, kondisi ekonomi keluarga yang sulit, tidak ada teman sebaya dan sempat beberapa kali kondisi sinyal tidak bagus,” tuturnya.

Memasuki semester tiga, La Ode memberanikan diri untuk mendaftar Pondok Inspirasi. Salah satu lembaga sosial pendidikan yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk tumbuh berproses bersama melalui program pembinaan asrama atau non asrama.

Juni 2021 La Ode dinyatakan sebagai salah satu penerima manfaat dari Pondok Inspirasi berasrama, mengalahkan lima ratus pendaftar lainnya setelah melalui rangkaian proses seleksi.
“Saya mengenal lembaga ini setelah mengikuti pelatihan menulis esai yang diselenggarakan oleh Pondok Inspirasi. Awalnya minder karena IP kan kecil, tapi setelah saya lihat persyaratan untuk mendaftar Pondok Inspirasi tidak membutuhkan syarat IP atau IPK, akhirnya saya mendaftar,” ujarnya.

Setelah dinyatakan lolos, tekad La Ode untuk ke Bogor semakin kuat,  namun kondisi ekonomi belum memungkinkan. Akhirnya Pondok Inspirasi membantu biaya keberangkatannya.
Kegembiraan La Ode semakin terpancar lantaran tidak hanya mendapatkan fasilitas tiket keberangkatan, ia juga mendapatkan fasilitas yang lain. Yakni makan gratis selama di asrama, internet yang memadai, bantuan kesehatan ketika sakit, fasilitas stasiun televisi berkualitas dan tentunya pembinaan (coaching).

Selama di Pondok Inspirasi La Ode mengaku telah mendapatkan pencapaian yang luarbiasa. Selain bakat seni yang terus berkembang dan menjuarai beberapa perlombaan, La Ode juga menjadi Juara 1 Lomba Esai Nasional di Oktober 2021. Lebih membanggakan lagi, baru-baru ini La Ode mendapatkan nilai akademik IP 3.77.

“Alhamdulillah Allah SWT mudahkan. Bangga dengan proses yang saya lalui. Hal yang tidak terbayangkan menjuarai lomba esai yang saya idamkan. Ternyata saya bisa. Ditambah lagi sangat bersyukur dengan hasil IP yang sangat melesat,” tutur La Ode dengan wajah berbinar.

Pondok Inspirasi berdiri sejak 2013 dan memulai untuk membudayakan coaching sebagai bagian dari pembinaan sejak akhir 2020. Salah satu metode yang diaplikasikan saat ini adalah mengikuti perkembangan gaya hidup dan pola pikir milenial yang tidak melulu telling.

“Akhir 2020 kami menyadari bahwa coaching sangat dibutuhkan anak-anak muda saat ini. Setiap mereka bisa tumbuh dan berhak atas potensi dirinya sehingga kegiatan coaching antara mereka dengan beberapa coach di Pondok Inspirasi, coaching sebaya antara mereka atau selfcoaching menjadi kebutuhan rutinan di Pondok Inspirasi. Intinya trust the process,” tutup Rico J Artanto, Founder Pondok Inspirasi.

Pondok Inspirasi merupakan organisasi sosial pendidikan dan kepemudaan yang diinisiasi oleh Rico J Artanto, alumnus IPB University, sejak 2013. Selain menjadi organisasi yang aktif dengan segudang prestasi di dunia kepenulisan ilmiah, Pondok Inspirasi memiliki segudang prestasi lainnya. Yakni menjadi Komunitas Terpilih Community Challenge Kahf, terpilih mengikuti Girl Leadership Program Bersama Menteri Keuangan RI, Young Business Hub di Turki, terpilih untuk mengikuti YSEALI YOUnified 2020, mendapat medali emas di ajang Malaysia Technology Expo dan Malaysia Technology Expo 2021 dan MISIIT Archimedes Russian 2021.

Pondok Inspirasi juga mendapatkan sesi coaching rutinan dan pemberdayaan komunitas dari PT Paragon Technology and Innovation. Pondok Inspirasi mengemban nilai-nilai ketangguhan, kreativitas, pemelajar dan menginspirasi.

Agus Harianto, Ketua Yayasan Pondok Inspirasi menambahkan bahwa untuk bergabung dengan Pondok Inspirasi tidak ada syarat IP atau IPK.
“Kami yakini setiap mereka bisa bertumbuh bersama, setara, tidak ada sekat dan tentunya memiliki kesempatan sama untuk bergabung. Tak hanya mahasiswa yang memiliki kendala perekonomian saja yang saat ini dapat bergabung di Pondok Inspirasi, mahasiswa dari keluarga ekonomi yang berada pun juga memiliki kesempatan yang sama,” tuturnya.

Sementara itu, mengomentari perjuangannya La Ode, Tanti Mantily Dewi, Talent Advisor Corporate Coach dan Psikolog PT Paragon Technology and Innovation mengatakan bahwa La Ode memiliki daya juang yang tinggi.
“Ia sosok yang mau bertumbuh untuk bermimpi dan memiliki sosok pembelajar yang kuat,” tutur pembina dan tim seleksi Pondok Inspirasi ini. (RJA/Zul)

Sumber : https://ipb.ac.id/news/index/2022/01/begini-perjuangan-la-ode-naikkan-indeks-prestasi-dari-1-89-menjadi-3-77/11a0031a5d7bf0e8d574954289bf6d85

IPB University Boyong 7 Penghargaan dalam Anugerah Diktiristek 2021

IPB University raih 7 penghargaan dalam Anugerah Diktiristek 2021. Pemberian anugerah ini dilaksanakan pada 13/1/2022 secara hybrid (luring di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi) dan daring yang disiarkan melalui channel youtube Direktorat Jenderal Diktiristek.

Penghargaan yang diraih IPB University antara lain sebagai Perguruan Tinggi Penerima Matching Fund Kedai Reka Terbanyak; Terbaik ke-1 dalam Manajemen Laporan Kerjasama dan Fasilitasi Kerjasama Perguruan Tinggi Badan Hukum; Terbaik ke-2 dalam Pengelolaan Data Kerjasama; Terbaik ke-1 Unit Layanan Terpadu Perguruan Tinggi Badan Hukum; Terbaik ke-1 Siaran Pers dan Konferensi Pers Perguruan Tinggi Badan Hukum; Terbaik ke-2 Media Sosial Perguruan Tinggi Badan Hukum dan Juara Harapan 1 Laman Perguruan Tinggi Badan Hukum.

Rektor IPB University, Prof Arif Satria menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung sehingga membawa IPB University meraih berbagai penghargaan ini. “Ini tidak lepas dari kerjasama yang baik dari seluruh warga IPB University. Berbagai penghargaan ini merupakan kado awal tahun untuk IPB University, juga menjadi pemacu semangat untuk terus berkarya lebih baik lagi menyongsong karya karya terbaik lainnya ke depan, ” ungkapnya.

Dalam sambutannya Prof Nizam, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) menyampaikan apresiasi terhadap perguruan tinggi yang sangat cepat bertransformasi dan beradaptasi dengan teknologi di masa pandemi. “Ke depan teknologi akan tetap hadir, pembelajaran dengan model hybrid akan terus dilakukan dan akan terus diperkaya lagi, ” ungkapnya.

Prof Nizam menambahkan Acara Anugerah Diktiristek 2021 ini penting dilakukan dalam memperkuat kolaborasi pentahelix, bagaimana media ikut mengabarkan semangat optimisme, mengabarkan hal-hal positif di tengah masyarakat. Anugerah Diktiristek 2021 ditambahkan penghargaan baru yaitu terkait kampus merdeka dan kerjasama. (*)

Sumber : https://ipb.ac.id/news/index/2022/01/ipb-university-boyong-7-penghargaan-dalam-anugerah-diktiristek-2021/db7c54dc6d99a70944a791684f36256e