Prof Dr Hari Wijayanto Paparkan Strategi Penguatan Kerangka Indeks Keterbukaan Informasi Publik

Akses terhadap informasi merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin dan dilindungi konstitusi. Informasi menjadi kebutuhan pokok bagi setiap orang untuk pengembangan pribadi dan lingkungan sosial serta menjadi bagian penting bagi ketahanan sosialnya. Oleh sebab itu , keterbukaan informasi publik merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan badan publik lainnya, serta segala sesuatu yang berhubungan pada kepentingan publik.

Terkait keterbukaan informasi publik terutama data, Prof Dr Hari Wijayanto, Guru Besar IPB University bidang Statistika mengatakan strategi peningkatan mutu data dapat dilakukan dengan membuat pertanyaan dan definisi variabel sejelas mungkin. Apabila pengisian dilakukan secara mandiri maka perlu meminta menyertakan bukti, melakukan verifikasi antara data dokumen dengan data yang ada di lapangan, serta meminta penilaian yang independen.

Lebih lanjut ia menjelaskan, indeks Keterbukaan Informasi Publik (KIP) ditentukan melalui indikator penyusunan yang benar-benar mencerminkan KIP serta instrumen pengukurannya menjamin dapat menghasilkan. “Selain itu, diperlukan data yang berkualitas yaitu validitas dan reabilitasnya tinggi serta Indeks yang dibangun dengan mempertimbangkan tingkat kepentingan dari indikator-indikator penyusunannya,” tambahnya ketika menjadi narasumber dalam kegiatan Forum Komunikasi Informasi Publik yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan bersama dengan Komisi Informasi Pusat, 27/11.

 

Dalam pemaparannya, Prof Hari menyampaikan kriteria instrumen yang baik antara lain memiliki validitas, reliabilitas, sensitivitas, obyektivitas, dan fisibilitas yang tinggi. Validitas yang dimaksud adalah mampu mengukur apa yang ingin diukur, reliabilitas maknanya adalah hasil pengukuran konsisten jika diulang, sensitivitas maknanya adalah mampu membedakan adanya variasi karakteristik-karakteristik yang diukur, obyektivitas maknanya bebas dari pendapat dan penilaian subyektif, dan fisibilitas maknanya adakah mampu menyesuaikan dengan berbagai kondisi/keterbatasan yang ada.

“Secara umum, aspek yang diharapkan untuk membangun indeksnya. Umumnya sudah bagus, namun kekurangannya adalah adanya under estimate proses keterbukaan informasi publik. Akhirnya ini dapat menyebabkan indikator yang tidak penting mendominasi,” jelasnya. (SMH/RA)

Kata kunci: Strategi, Indeks, KIP, Guru Besar IPB

Kategori: SDGs-17,
========================

Siaran Pers
IPB University
No 1522/SP.BIRKOM.IPB/XI/2020
Bogor, 28 November 2020

Biro Komunikasi
IPB University
http://ipb.ac.id

Homepage

http://greencampus.ipb.ac.id
http://covid19care.ipb.ac.id
Telp: 0251-8622642
WA : 0813-1114-5893
Email: biro.komunikasi@apps.ipb.ac.id
Fb: @ipbuniversity
Twitter : @ipbofficial
IG : @ipbofficial
Line : @ipbuniversity