0251- 8622642 ex 105 ppid@apps.ipb.ac.id

Diundang ke KBRI Berlin, Rektor IPB University Berikan Insights pada Mahasiswa Indonesia di Jerman

Diundang ke KBRI Berlin, Rektor IPB University Berikan Insights pada Mahasiswa Indonesia di Jerman

Artikel / Press release

Prof Arif Satria, Rektor IPB University diundang sebagai pembicara dalam Eureka Talks 26 oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Berlin-Brandernburg di Aula Kedutaan Besar RI, Berlin, (21/05). Ia memberikan pencerahan dan wawasan di depan puluhan mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Jerman.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyebut bahwa ketidakpastian maupun perubahan yang cepat merupakan mega disrupsi yang merubah tatanan hidup. Ia menjelaskan, disrupsi besar seperti perubahan iklim, revolusi industri 4.0, hingga pandemi COVID-19 telah mengubah tatanan ekonomi hingga pendidikan. Tidak hanya itu, teknologi yang semakin canggih juga semakin menggeser cara pandang dan tren di dunia pendidikan.

Prof Arif mengatakan bahwa di masa kini, manusia tidak bisa berdiri sendiri untuk dapat bersaing. Ia pun menyebut, manusia harus memiliki kemampuan untuk melihat masa depan. “Membaca masa depan ini menjadi penting, kesempatan berkuliah di luar negeri adalah kesempatan untuk membaca masa depan,” katanya.

Menurutnya, berkuliah di luar negeri dapat membuka wawasan mahasiswa untuk pintar mengambil dan menciptakan kesempatan. Ia menyebutkan mahasiswa juga harus memiliki tiga kata kunci yakni growth mindset, orientasi pada future practice, dan karakteristik pemimpin. “Mahasiswa harus memiliki cara berpikir yang terus tumbuh dan dapat menatap masa depan. Mahasiswa harus memiliki kemauan untuk terus belajar dan mengasah diri menjadi pribadi yang lebih baik,” kata Prof Arif Satria.

Dengan orientasi pada future practice, katanya, mahasiswa juga memiliki kepercayaan diri kuat untuk membuat sesuatu yang baru sehingga dapat menjadi trendsetter perubahan. Ia menjelaskan, berkuliah di Jerman dapat menjadi kesempatan mengasah kreativitas dengan berkaca dari situasi di Jerman. Kreativitas dan imajinasi yang sudah diasah nantinya dapat digunakan untuk mewujudkan visi melalui strategi.

“Dengan mindset yang baik dan orientasi pada future practice, bisa membuat kita cepat berlari, ketika negara lain sedang belajar, kita sudah membuat terobosan baru untuk maju. Kekurangannya, kita masih kurang memiliki kepercayaan diri,” ungkapnya.

Prof Arif Satria mengatakan, kemauan tinggi dan tekad menjadi modal kuat untuk mengasah kemampuan yang dimiliki mahasiswa. Tentu harus dibarengi oleh bakat yang diasah dan usaha tanpa putus. Mindset ini yang ditanamkan Prof Arif untuk mencapai impian IPB University menjadi 25 besar Universitas bidang pertanian  dalam rangking dunia. Mahasiswa juga perlu membentuk mindset positif untuk mampu mewujudkan impiannya.

“Masa depan penuh dengan ketidakpastian namun cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan menciptakannya hari ini dengan pikiran inovatif,” kata Prof Arif.  Ia berharap PPI dapat menjadi ajang saling menginspirasi dan membangun kepercayaan diri bagi para mahasiswa Indonesia. Sehingga sepulang dari Jerman, mahasiswa dapat ikut berkontribusi bagi kemajuan bangsa. (MW)

Sumber : https://www.ipb.ac.id/news/index/2022/05/diundang-ke-kbri-berlin-rektor-ipb-university-berikan-insights-pada-mahasiswa-indonesia-di-jerman/fef1afe4f82cf1291dfd9cdfa925edbb

× Butuh bantuan?
Skip to content