0251- 8622642 ex 105 ppid@apps.ipb.ac.id

Departemen Ilmu Ekonomi Syariah IPB University Undang Pembicara dari BAZNAS dan Global Sadaqah Malaysia

Departemen Ilmu Ekonomi Syariah IPB University Undang Pembicara dari BAZNAS dan Global Sadaqah Malaysia

Artikel / Press release

Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Ekonomi Syariah (Eksyar), Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University berkolaborasi bersama Temu Ilmiah Regional (TEMILREG) menyelenggarakan Sharia Economic Inspiring Talk, (21/5). Webinar ini merupakan rangkaian kegiatan dari Sharia Economics at Seminar, Expo, and Campaign (SEASON) ke-18. Webinar tersebut mengangkat topik Digitalization of Islamic Social Finance Towards an Inclusive Indonesian Economy.

“Jejak sejarah peradaban Islam tidak terpisahkan dari aspek ekonomi yang diterapkan, yakni saat ekonomi mampu dikelola secara mandiri. Kerjasama kita dalam kampanye ekonomi syariah melalui beragam program merupakan langkah konkret kita dalam memperjuangkan perekonomian umat,” ujar Dr Asep Nurhalim, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Syariah dalam sambutannya.

Webinar kali ini dimoderatori oleh Dr Mohammad Iqbal Irfany yang merupakan sekretaris umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) cabang Jerman periode 2012-2014. Sedangkan narasumber yang dihadirkan yaitu Ifran Tarmizi yang merupakan CEO Global Sadaqah Kuala Lumpur, Malaysia dan Moh Arifin Purwakananta yang merupakan Deputi I Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

“Islamic Social Finance yang bersumber dari prinsip-prinsip Islam memiliki spirit pembeda utama dari commercial finance yakni adanya tujuan meraih keadilan sosial dan meratanya distribusi harta di dalam masyarakat. Tujuan dari Islamic Finance ini sebetulnya sejalan dengan poin sustainable development goals pertama yakni pemberantasan kemiskinan,” ujar Dr Mohammad Iqbal Irfany mengawali sesi webinar.

Pada paparannya, Moh Arifin Purwakananta mengawali dengan mengingat kembali predikat Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia yang disematkan oleh Charities Aid Foundation (CAF) World Giving Index pada tahun 2021. Predikat tersebut diraih kembali berkat upaya gotong royong masyarakat Indonesia untuk tetap saling membantu di masa pandemi COVID-19.

Ia juga menampilkan berbagai data dan infografis terkait aktivitas zakat, infak, shodaqoh, dan wakaf (ZISWAF) serta donasi dari berbagai sumber. Data tersebut menunjukkan tingginya aktivitas berbagi masyarakat Indonesia. Menurutnya, media sosial menjadi alat yang paling efektif untuk mengiklankan program atau kampanye donasi. Beragam platform juga sukses dibangun untuk mempermudah proses transaksi para donatur.

“Pengumpulan dana ZISWAF dari tahun ke tahun terus meningkat, terutama dengan terus berkembangnya teknologi informasi. Dengan adanya digitalisasi proses literasi ZISWAF, kampanye donasi, dan transaksi keuangan menjadi sangat mudah,” papar Moh Arifin Purwakananta.

Di sisi lain, CEO Global Sadaqah Kuala Lumpur, Ifran Tarmizi membagikan keberhasilan Global Sadaqah dalam membangun platform ZISWAF lintas negara. Sebagaimana namanya, Global Sadaqah digawangi oleh para leader dari berbagai negara selain Malaysia seperti Brunei Darussalam, Singapura, Kuwait, hingga Uni Emirat Arab.

Ifran mengaku, Global Shadaqah memanfaatkan beragam media untuk memperluas jangkauan program. Tidak hanya itu, pihaknya juga membuat berbagai macam platform yang memudahkan para donatur melihat aktivitas yang dilakukan Global Sadaqah.

“Di tahun 2020 program kami berhasil menghubungkan para donatur dari 29 negara dan di tahun berikutnya (2021) meningkat menjadi 65 negara. Kita perlu mengembangkan lebih banyak unit program yang lebih berkelanjutan dan memberdayakan komunitas untuk generasi yang akan datang,” katanya.  Menurutnya, melalui digitalisasi mampu menarik keterlibatan masyarakat dunia dan memberi dampak yang lebih luas lagi.

Sumber : https://www.ipb.ac.id/news/index/2022/05/departemen-ilmu-ekonomi-syariah-ipb-university-undang-pembicara-dari-baznas-dan-global-sadaqah-malaysia/9356a0f55039083eb7082050bf1fafb9

× Butuh bantuan?
Skip to content