0251- 8622642 ex 105 ppid@apps.ipb.ac.id

Agrianita SKHB IPB University Gelar Talkshow Pemilihan dan Penanganan Pangan Asal Hewan dari Hewan Rentan PMK

Agrianita SKHB IPB University Gelar Talkshow Pemilihan dan Penanganan Pangan Asal Hewan dari Hewan Rentan PMK

Artikel / Press release

Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University menyelenggarakan kegiatan talkshow ”Pemilihan dan Penanganan Pangan Asal Hewan dari Hewan Rentan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)”, 23/5. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Sapa Agrianita SKHB IPB University dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan Persatuan Istri Dokter Hewan Indonesia (PIDHI).

Kegiatan talkshow ini bertujuan untuk menjawab kekhawatiran masyarakat terkait mewabahnya virus PMK, bagaimana menghadapi wabah PMK pada hewan, serta cara pemilihan dan penanganan produk hasil hewan yang rentan terkena PMK.

Ketua Agrianita SKHB IPB University, Henny Endah Anggraeni dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada pimpinan SKHB IPB University, Ketua Agrianita IPB University, Ketua PIDHI, Ketua PDHI, dan seluruh panitia penyelenggara. “Semoga acara talkshow ini dapat memberikan banyak manfaat untuk kita semua dalam menghadapi wabah PMK,” ucapnya.

”Wabah PMK menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Masyarakat sering mengonsumsi daging, susu, dan produk olahan hewan lainnya. Menanggapi kekhawatiran tersebut Sapa Agrianita menyelenggarakan talkshow. Dr drh Denny Widaya Lukman akan memberikan informasi dan pengetahuan kepada kita terkait pemilihan pangan asal hewan, cara memasak daging dan susu sehingga aman dikonsumsi, serta tindakan yang harus dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi wabah PMK,” ungkap Ketua PIDHI, Tri Isyani Tungga Dewi.

Sementara, Ketua Agrianita IPB University, Retna Widayawati mengucapkan, “Terima kasih atas kolaborasi dari Agrianita SKHB IPB, PIDHI, dan PDHI yang telah menyelenggarakan acara talkshow ini, sehingga dapat memberikan pencerahan kepada kita semua terkait dengan wabah PMK.”

Dr drh Denny Widaya Lukman menyampaikan, hewan yang rentan terserang PMK ialah hewan yang berkuku genap, seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi. Ia menyebut, penyakit ini sangat menular, tingkat kesakitan atau morbiditas yang relatif tinggi mencapai 100 persen, tetapi tingkat kematiannya rendah.

Kematian dilaporkan paling tinggi hanya 5 persen dan pada ternak muda bisa mencapai 20 persen. Kematian ini disebabkan karena hewan tidak mampu makan atau minum sehingga kekurangan zat nutrisi.

”Gejala hewan yang terjangkit PMK ditandai dengan lepuh atau sariawan di mulut serta keluar air liur yang kental dan berbusa di sekitar mulut, dan terdapat luka pada kaki hewan,” imbuhnya.

Ia menghimbau, pemilik ternak, pengelola kandang, dokter hewan, paramedik, serta orang yang kontak langsung dengan hewan harus memperhatikan kebersihan dan sanitasi diri. Hal ini dalam rangka agar tidak menulari hewan yang masih sehat.

Dr drh Denny menyampaikan tips berbelanja di pasar dengan aman dalam menghadapi virus PMK. Ia menyarankan agar membeli produk daging di penjual yang sudah dikenal. Pembelian daging sebaiknya menggunakan wadah agar tidak mencemari lingkungan. Lebih lanjut, Dr drh Denny menyampaikan bahwa Kota Bogor saat ini telah mewajibkan pedagang daging memiliki sertifikat SKKD (Surat Keterangan Kesehatan Daging) sehingga produk daging yang dijual aman untuk diperjual-belikan dan dikonsumsi.

”Masyarakat yang hendak mengolah daging dengan merebus terlebih dahulu atau dimasukkan ke freezer yang tujuannya untuk mematikan virus yang ada di dalam daging tersebut,” sarannya.

Sebagai antisipasi penyebaran virus PMK, kata Dr Denny, masyarakat atau panitia hewan kurban atau idul adha perlu melakukan beberapa hal. ”Pastikan bahwa hewannya sehat disertai surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal, berkoordinasi dengan petugas dinas yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan, dan jika terdapat hewan yang terjangkit PMK segera laporkan. Selain itu, setiap kota atau kabupaten memiliki hotline sehingga bilamana terjadi hal yang dicurigai dapat melaporkan melalui hotline tersebut,” ujarnya mengakhiri perbincangan talkshow ini. (ns/km/ra)

Sumber : https://www.ipb.ac.id/news/index/2022/05/agrianita-skhb-ipb-university-gelar-talkshow-pemilihan-dan-penanganan-pangan-asal-hewan-dari-hewan-rentan-pmk/e464398e8a92d366dc7e4a0c723bc97b

× Butuh bantuan?
Skip to content