0251- 8622642 ex 105 ppid@apps.ipb.ac.id

IPB dan KIP Edukasi Sivitas Melek Pemilu

Sebagai upaya mengedukasi sivitas akademik tentang Pemilihan Umum (Pemilu), Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama dengan Komisi Informasi Pusat (KIP) menggelar Diskusi ‘Urgensi Keterbukaan Informasi Demi Mewujudkan Pemilu yang Berkualitas”, Senin (11/3), di Kampus IPB Dramaga. Ketua Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) IPB, Dr. Aceng Hidayat mengatakan kegiatan ini penting dilaksanakan untuk mencegah berkembangnya hoaks di lingkungan masyarakat kampus mengingat masih banyaknya yang belum memahami keterkaitan keterbukaan informasi publik dengan pemilu. “Kegiatan diskusi yang mengedukasi seperti ini ke depannya akan sangat membantu meningkatkan kualitas pemilu dan agenda-agenda penting lainnya,” kata Sekretaris Institut IPB ini.

Gede Narayana, Ketua Komisioner Komisi Informasi Pusat dalam keynote speech-nya menyampaikan bahwa tahun 2018 IPB menerima anugerah sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Paling Informatif dari Komisi Informasi Pusat. “Hasil klasifikasi monitoring dan evaluasi tahunan Komisi Informasi Pusat terhadap badan hukum khususnya perguruan tinggi negeri di Indonesia ditetapkan IPB sebagai PTN Paling Informatif. “Artinya bahwa IPB dalam melaksanakan peraturan perundangan terkait informasi publik menurut kami itu sudah sangat baik. Oleh karena itu, dalam kerangka acara ini KIP ingin membuktikan goodwill atau niat baik IPB untuk menandatangani deklarasi keterbukaan informasi publik. Kegiatan diskusi ini juga merupakan salah satu bentuk komitmen IPB untuk menjalankan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” jelas Narayana.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber yaitu Wafa Patria Umma (Komisioner Komisi Informasi Publik), Biem Triani Benjamin (Komisi I DPR RI), dan Samsudin (Ketua KPU Kota Bogor). “Akses Informasi adalah bagian dari demokrasi yang berkualitas. Jangan golput dan gunakan hak pilih anda, karena hak pilih anda menentukan bangsa kita,” ujar Wafa Patria Umma.

Pemilu Tahun 2019 telah diprediksi 32 persen adalah pemilih milenial menurut hasil survei para narasumber. IPB Dramaga sebagai sumber pemilih milenial Kabupaten Bogor telah melakukan pindah pilih tidak kurang dari 7 ribu mahasiswa. “Sedangkan jumlah mahasiswa yang berada di 17 kampus di Kota Bogor termasuk IPB sampai saat ini telah melakukan pindah pilih sebanyak 1.800 orang ke Kota Bogor. Permohonan pindah pilih paling akhir adalah tanggal 17 Maret 2018 ke Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) asal dengan mengisi formulir A5 dan membawa E-KTP,” jelas Samsudin, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor. Sesi diskusi dimoderatori Kepala Biro Komunikasi IPB, Yatri Indah Kusumastuti yang menyampaikan bahwa seluruh informasi publik IPB dapat diakses melalui website PPID IPB di halaman http://ppid.ipb.ac.id sebagai bagian dari penerapan transparansi, akuntabilitas dan melibatkan partisipasi masyarakat dalam keterbukaan informasi publik.

Di akhir acara Rektor IPB, Dr. Arif Satria membuktikan komitmen IPB sebagai Kampus Informatif dengan membacakan Deklarasi Keterbukaan Informasi dan menandatangani naskah deklarasi keterbukaan informasi tersebut. “Deklarasi Keterbukaan Informasi Institut Pertanian Bogor (IPB), Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) menyatakan berkomitmen melaksanakan amanah Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan menjadi Kampus Informatif yang selalu berusaha memberikan informasi transparan, akurat serta akuntabel kepada seluruh pemangku kepentingan,” ucap Rektor IPB, Arif Satria. (YDI/ris)

Kata kunci : Pemilu, kampus informatif, deklarasi keterbukaan informasi, Arif Satria