Workshop Keterbukaan Informasi Publik bagi PPID Pelaksana

Dalam rangka peningkatan kapasitas PPID Pelaksana dan Gugus Komunikasi IPB University, Pejabat Pengelola Informasi Publik (PPID) IPB menyelenggarakan workshop keterbukaan informasi publik pada tanggal 17 Juli 2025 di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Darmaga.
Rektor IPB University dalam sambutannya menegaskan pentingnya transparansi dan keterbukaan informasi bagi lembaga publik. “Sebagai institusi yang dibiayai oleh dana publik, IPB University harus mampu mengelola informasi secara bijak. Ada informasi yang perlu dibuka dan ada yang harus dijaga kerahasiaannya,” ujar Prof Arif. Ia juga menyoroti pengalaman selama pandemi COVID-19 yang memunculkan banyak sengketa informasi. “Ketika publik ingin mengetahui siapa yang terinfeksi, ada batasan hukum terkait kerahasiaan pasien. Di sinilah pentingnya lembaga publik berkonsultasi dengan Komisi Informasi Pusat (KIP) untuk menjaga keseimbangan antara hak publik dan perlindungan privasi,” jelasnya.
Ketua Informasi Pusat, Dr. Donny Yoesgianto juga menyoroti pentingnya peran dunia pendidikan saat ini untuk mendukung keterbukaan informasi publik. “Jangan menjadikan keterbukaan informasi sebagai kewajiban tetapi jadikan sebagai kebutuhan,” ujarnya.
Pada kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yaitu praktisi sekaligus pakar strategi komunikasi Fardila Astari, peraih tokoh Public Relations Berpengaruh versi MAW Talk tahun 2024 ini mengulas strategi pengelolaan komunikasi krisis dan Siti Ajijah, Tenaga Ahli KIP, yang menyampaikan materi tentang peran PPID dalam menjamin akses informasi publik. Antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama saat sesi tanya jawab berlangsung.