Siaran Pers
IPB University
No 613/SP.BIRKOM.IPB/VI/2020
Bogor, 10 Juni 2020

Strategi Ketahanan Pangan di Era New Normal Pandemi COVID-19

COVID-19 memberi dampak dalam berbagai sektor kehidupan manusia, tak terkecuali pertanian. Meski terdampak, sektor pertanian bisa menjadi solusi atas krisis yang terjadi. Pertanian bisa menyelamatkan negara dan memberikan penguatan pada kehidupan. Hal ini disampaikan Dr Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian RI dalam Business Talk Series yang digelar Sekolah Bisnis IPB University bekerja sama dengan Badan Keahlian DPR RI, 9/16.

Mengangkat tema Strategi Ketahanan Pangan di Era New Normal Pandemi COVID-19, Menteri Pertanian mengatakan bahwa selain medical solution, dalam menghadapi kondisi saat ini food security juga menjadi penting. Karenanya, Kementerian Pertanian mengupayakan tiga strategi dalam menghadapi COVID-19 serta persiapan program peningkatan ketersediaan pangan di era new normal.
Tiga agenda utama Kementerian Pertanian pada masa pandemi COVID-19 adalah pertama agenda darurat/jangka pendek. Terdiri dari stabilitas harga pangan termasuk pengendalian harga, fasilitas pembiayaan petani dan padat karya pertanian. Kedua adalah agenda temporary/menengah diversifikasi pangan lokal, supporting daerah-daerah defisit dan antisipasi kekeringan. Dan yang ketiga, agenda permanen/jangka panjang yakni ekstensifikasi tanaman pangan, peningkatan produksi per tahun, pengembangan korporasi petani dan pengembangan para petani milenial.

“Kami menyiapkan empat cara bertindak (CB) sebagai penyangga program peningkatan ketersediaan pangan di era new normal. CB1 adalah peningkatan kapasitas produksi melalui percepatan tanam dan perluasan areal tanam, pengembangan lahan rawa di Kalimantan tengah, kurang lebih 164,598 hektar dan peningkatan produksi gula, daging sapi dan bawang putih untuk mengatasi impor,” ujar Menteri Pertanian.

Sementara CB2 adalah pengembangan diversifikasi pangan lokal dengan basis kearifan lokal yang fokus pada satu komoditas utama pada satu wilayah atau provinsi. Lalu dengan pemanfaatan lahan pekarangan dan marjinal melalui program Pekarangan Pangan Lestari. CB3 adalah penguatan cadangan dan sistem logistik pangan untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan.

“CB4 itu pengembangan pertanian modern. Di sini peran perguruan tinggi sangat penting. Karena di sini dilakukan pengembangan smart farming, pengembangan dan pemanfaatan screen house, pengembangan food estate dan pengembangan korporasi petani,” ujar Menteri Pertanian.

Hal yang sama disampaikan Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria. Ia menyampaikan bahwa kebijakan logistik agro-maritim dan rantai pasok pangan bisa menjadi solusi jangka pendek dalam masa pandemi dan pasca pandemi. Dalam jangka pendek ini, perlu memperluas akses petani, peternak dan nelayan pada jaring pemasaran daring, stimulus ekonomi khusus untuk pertanian dan pedesaan serta skema perlindungan dan jaring pengaman sosial. Hal tersebut sangat penting untuk menjamin efektivitas mendongkrak produktivitas di lapangan.

“Untuk jangka menengah, sama seperti Menteri Pertanian, dengan gerakan produksi skala rumah tangga bisa menjaga ketahanan pangan kita. Kemudian perlunya produk substitusi impor, seperti mengganti bahan baku mie dari tepung menjadi jagung misalnya. Penyempurnaan sistem data dan informasi di tingkat lapang juga penting agar data yang diterima pemerintah bisa akurat untuk pengambilan keputusan,” ujar Rektor IPB University.

Hal yang tak kalah penting, lanjut Rektor, adalah mempercepat regenerasi petani melalui petani milenial dan penerapan inovasi pertanian 4.0. Selain itu, food loss dan food waste perlu diatasi, karena sepertiga pangan di dunia adalah terbuang dan menjadi sampah. Kalau saja food loss dan food waste teratasi, maka ketersediaan pangan tentu akan meningkat. (Rz/Zul)

Keyword: COVID-19, Menteri Pertanian, IPB University, ketahanan pangan, petani milenial, food loss, food waste, agromaritim, diversifikasi pangan
========================
Biro Komunikasi
IPB University
http://ipb.ac.id
http://ppid.ipb.ac.id
http://greencampus.ipb.ac.id
Telp: 0251-8425635
WA : 0813-1911-7875
Email: biro.komunikasi@apps.ipb.ac.id
Fb: @ipbuniversity
Twitter : @ipbofficial
IG : @ipbofficial
Line : @ipbuniversity