Tim Humas IPB University Perkuat Kompetensi Teknis Komunikasi Publik

Bogor-ppid.ipb.ac.id. Untuk memperkuat kompetensi kehumasan di IPB University, Tim Humas IPB University menghadiri acara Sharing Session dengan tema Meningkatkan Kompetensi Teknis Komunikasi Publik pada Kamis (19/12) yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan (Pusbang) Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Ciawi Bogor.

Kepala Pusbang ASN-BKN, Ahmad Jalis dalam sambutannya mengatakan kegiatan itu digelar untuk meningkatkan kompetensi teknis para pegawai negeri sipil (PNS) dalam berkomunikasi kepada publik. “Kemampuan itu perlu agar PNS bisa sampaikan program pemerintah kepada publik,” ujarnya. Kepada para peserta yang merupakan perwakilan dari sejumlah kementerian/lembaga, Jalis menyampaikan publik atau masyarakat umum memiliki hak untuk mengetahui apa yang dikerjakan oleh instansi pemerintah. “Karena itu, jika ada wartawan yang datang, tak perlu menghindar. Kehadiran pers penting untuk turut mengkomunikasikan kinerja instansi kepada publik,” tegasnya.

Acara ini menghadirkan pembicara Head of Media Academy Group, Andi Setia Gunawan yang mengangkat tema bagaimana membangun komunikasi efektif, berkomunikasi dengan publik dan teknik wawancara media. Andi mengatakan ada empat hal yang perlu disiapkan saat seorang pejabat instansi atau humas pemerintah akan memenuhi permintaan wartawan untuk diwawancarai tentang hal tertentu. “Pertama, minta kejelasan tentang topik wawancara kepada pers; Kedua, perjelas siapa yang akan mewawancarai; Ketiga, jenis wawancara yang dilakukan awak media melalui apa? By phone atau live misalnya; Keempat, menyiapkan data pendukung sebagai referensi menjawab pertanyaan pers,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Andi juga memaparkan sejumlah tips untuk merespons pertanyaan pers, “Jawablah pertanyaan hanya jika Anda mengerti persoalan yang ditanyakan wartawan. Jika tidak tahu, jawab tidak tahu kemudian tawarkan waktu kapan Anda akan memberikan jawaban itu.” Andi juga mengingatkan agar saat diwawancarai jangan terpancing dengan pertanyaan wartawan. “Kendalikan emosi dan mood, itu penting agar Anda tidak terjebak pada perilaku emosional yang tidak perlu terjadi,” paparnya.

Acara yang digelar dengan bingkai santai ini dihadiri oleh perwakilan berbagai instansi pemerintah meliputi pemerintah kota, kabupaten, kementerian, perguruan tinggi negeri, dan perwakilan dari luar negeri. Tim Humas IPB University yang hadir dalam acara ini antara lain R Suksesi Hidayati, Yulia Dwi Indriani, Talita Sakinah, dan Elfa Nurfadila. (YDI)

PPID IPB University Berbagi Tips Kampus Informatif kepada Universitas Sriwijaya

Tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Universitas Sriwjijaya (Unsri) melakukan kunjungan dalam rangka benchmarking pelaksanaan dan penerapan PPID serta pelaksanaan tugas dan fungsi kehumasan di IPB University, Kamis (5/12). Kepala Sub Bagian Humas, Arief Alkahfi dan tujuh orang staf disambut langsung oleh Kepala Biro Komunikasi IPB University, Yatri Indah Kusumastuti beserta tim.

Selama pertemuan berlangsung, tim Humas Unsri aktif mengajukan berbagai pertanyaan yang didasari dari rasa penasaran tentang sistem kelola PPID dan Humas IPB University. “Alasan kami berkunjung ke kampus yang senior yang telah berhasil meraih berbagai prestasi khususnya di bidang keterbukaan informasi publik dan kehumasan, kami ingin belajar. Mungkin ada yang bisa kami pelajari dan tiru apa saja yang baik dari IPB University, “ ujar Arief.

Setelah sebelumnya dinobatkan sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang masuk klaster informatif versi Komisi Informasi Pusat (KIP) tahun 2018, IPB University kembali meraih penghargaan yang sama yaitu Kampus Informatif di tahun 2019. Yatri menyampaikan penghargaan ini diperoleh berkat kerja keras seluruh tim. “Di tahun-tahun awal pemeringkatan, kami juga sempat mengalami kesulitan dalam proses persiapan dokumen dan penarikan data dari unit-unit kerja. Bersyukur, setelah berhasil meraih penghargaan dalam berbagai kompetisi dan penganugerahan, tim PPID IPB University pun semakin mendapatkan kepercayaan publik khususnya dari stakeholder internal untuk terus mendorong terwujudnya keketerbukaan informasi. Support dari unit-unit kerja internal kian hari kian kuat, “ tutur Yatri.

Lebih lanjut Yatri mengatakan, berbagai capaian yang telah diraih oleh IPB University tak lepas dari kerjasama berbagai pihak mulai dari dosen, tendik, hingga mahasiswa. Mahasiswa dilibatkan dalam berbagai promosi dan sosialisasi IPB di berbagai pelosok daerah seluruh Indonesia melalui Organisasi Mahasiswa Daerah Asal (OMDA) dan Duta Institut. Dalam bidang publikasi, mahasiswa juga dilibatkan dalam penulisan rilis berbagai event, prestasi dan rubrik tentang dosen maupun inovasi civitas IPB University.

“Kami membina para mahasiswa untuk menjadi bagian dari garda terdepan yang akan menjaga nama baik IPB, hal ini terbukti dari kasus krisis yang dihadapi, IPB dapat mengatasi hal ini dengan baik berkat bantuan pemikiran dan aksi dari para mahasiswa yang berkarya lewat berbagai platform media yang menyiarkan berita-berita positif kepada publik,” tambahnya.

 

IPB juga memiliki sarana komunikasi antar unit kerja dalam bentuk grup Whatsapp Gugus Komunikasi yang sangat efektif untuk memudahkan proses komunikasi dan berbagi informasi antar unit kerja internal IPB University. Arief Alkahfi dan tim berharap kunjungan ini akan dapat memberikan banyak pelajaran berharga bagi pengelolaan PPID dan kehumasan Universitas Sriwijaya di masa yang akan datang. Setelah pertemuan ini, IPB University dan Universitas Sriwijaya akan terus mendorong terwujudnya keterbukaan informasi dan pengelolaan kehumasan badan publik khususnya di perguruan tinggi negeri (FI)

Keyword: PPID, Kehumasan, Universitas Sriwijaya, IPB University

IPB University Kembali Raih Penghargaan sebagai Kampus Informatif 2019

[SIARAN PERS]
IPB University, Kamis, 21 November 2019

Setelah sebelumnya dinobatkan sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang masuk klaster Informatif versi Komisi Informasi Pusat (KIP) untuk penilaian tahun 2018 dengan nilai tertinggi, kini IPB University kembali menerima anugerah yang sama yaitu masuk klaster Informatif. Penyerahan penghargaan ini dilakukan di Istana Wakil Presiden Republik Indonesia (RI), Kamis (21/11) dan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Prof Dr KH Ma’ruf Amin kepada Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria dalam acara Penganugerahan Keterbukaan Informasi Badan Publik Tahun 2019.

“Tahun ini kami melakukan monitoring dan evaluasi kepada seluruh Badan Publik berjumlah 356 dengan lima indikator yaitu 1) Pengembangan website, 2) Pengumuman informasi publik, 3) Pelayanan informasi publik, 4) Penyediaan informasi publik, dan 5) Presentasi. Tim Monitoring dan Evaluasi KIP melakukan verifikasi dan penilaian terhadap pengembangan dan informasi website Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dengan bobot nilai 30 persen, pengisian kuesioner yang disertai dengan data dukung dengan bobot sebesar 40 persen dan penilaian presentasi sebesar 30 persen. Kami menganugerahi Badan Publik dalam lima kategori yaitu Informatif, Menuju Informatif, Cukup Informatif, Kurang Informatif dan Tidak Informatif, sesuai dengan Petunjuk Umum Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Badan Publik Tahun 2019,” kata Ketua Komisi Informasi Publik, Gede Narayana.

Badan Publik yang dinilai meliputi Kementerian (34), Pemerintah Provinsi (34), Perguruan Tinggi Negeri (85), Lembaga Negara Lembaga Pemerintah Non Kementerian (46), Lembaga Non Struktural (38), Badan Usaha Milik Negara (110) dan Partai Politik (9).

Wakil Presiden (Wapres) RI, Prof Dr KH Ma’ruf Amin mengatakan, “Selamat kepada seluruh penerima anugerah. Selamat atas capaian terbaiknya. Kita menyadari betapa pentingnya arti informasi. Hak mendapatkan informasi publik dijamin oleh undang-undang sehingga memberikan informasi merupakan kewajiban badan publik.”

Lebih lanjut Wapres mengatakan, tantangan ke depan adalah bagaimana badan publik meningkatkan kualitas konten informasi dan meningkatkan literasi masyarakat. Pemerintah memiliki tanggung jawab mendorong badan publik agar lebih inovatif.

Rektor IPB, Prof Dr Arif Satria menyatakan rasa syukur karena IPB University kembali masuk dalam kategori perguruan tinggi negeri yang ada di klaster Informatif. “Semoga prestasi ini semakin menyemangati kita semua untuk terus mewujudkan Good University Governance. Prestasi ini tak lepas dari peran seluruh stakeholders IPB University dalam memberikan pelayanan publik, khususnya Biro Komunikasi yang selama ini memberikan pelayanan informasi maupun dalam publikasi atau pemberitaan yang luas dan tak henti-henti baik melalui website, media sosial, media massa, media luar ruangan, maupun media internal dan karya-karya lainnya,” jelas Rektor. (YDI)

=========================

Biro Komunikasi
IPB University
http://ipb.ac.id
http://media.ipb.ac.id
http://greencampus.ipb.ac.id
Telp: 0251-8425635
WA : 081383283660
Email:
Fb: @ipbuniversity
Twitter : @ipbofficial
IG : @ipbofficial
Line : @ipbuniversity

Pengumuman Penerimaan CPNS IPB Tahun 2019

PENGUMUMAN
NOMOR: 131557/A.A3/KP/2019
TENTANG
SELEKSI PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS)
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
TAHUN 2019
(UNTUK FORMASI PENDIDIKAN TINGGI)

Menyusuli pengumuman nomor 126533/A.A3/KP/2019 Tanggal 11 November 2019 tentang Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019, serta merujuk pada Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 869 Tahun 2019 Tanggal 13 November 2019 tentang Tambahan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun Anggaran 2019, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan kesempatan bagi Warga Negara Indonesia untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk formasi yang mendukung fungsi Pendidikan Tinggi, dengan ketentuan sebagai berikut  >>> Pengumuman Seleksi Penerimaan CPNS Tahun 2019

PPID IPB University Hadir di Seminar ‘Tantangan Keterbukaan Informasi’

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) mencerminkan komitmen badan publik melaksanakan keterbukaan informasi. Demikian ungkap Cecep Suryadi, Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) dalam Seminar Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik ‘Tantangan Keterbukaan Informasi’, Rabu (20/11) di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Acara dibuka oleh Bambang Sigit Nugroho, Plt Ketua Komisi Informasi Pusat.

“Anugerah keterbukaan informasi publik bukan dalam rangka mencari juara, namun lebih untuk menjaga kesinambungan dan konsistensi badan publik dalam melaksanakan keterbukaan informasi publik. Kami berharap selalu ada peningkatan. Oleh karena ini pada tahun ini kita tambahkan dua indikator monev yakni inovasi dan kolaborasi,” jelas Cecep. Monev badan publik tahun 2019, kata Cecep, diikuti sebanyak 100 persen kementerian, 92 persen perguruan tinggi negeri, 55 persen Badan Umum Milik Negara (BUMN) dan 85 persen pemerintah daerah.

Dalam seminar ini, Budiman Sudjatmiko, Ketua Umum Inovator Indonesia 4.0 mengatakan pentingnya big data dalam pembangunan nasional. “Kegagalan pembangunan di Indonesia banyak disebabkan gagalnya pengumpulan data yang akurat sehingga tidak masuk dalam perencanaan dan menjadi tidak terkendali. Oleh karena itu perlu dilakukan pengumpulan data akurat dalam menentukan kebijakan, pemerataan dan pertumbuhan ekonomi,” jelas Budiman.

Muhammad Farhan, narasumber dari Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengatakan keterbukaan informasi publik merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28. “Tugas kita bersama menjaga keterbukaan infomasi sehingga masyarakat tidak terjebak informasi yang simpang siur,” kata Farhan.

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) IPB University turut hadir dalam seminar ini dengan mengirim dua orang utusan yaitu Aris Solikhah dan Fenny Yoza Indra. (Ris)

Badan Standardisasi Nasional (BSN) Benchmarking Kehumasan dan Sosial Media ke IPB University

Tim Kehumasan Badan Standardisasi Nasional (BSN) melakukan kunjungan dalam rangka benchmarking kehumasan dan pengelolaan media sosial di IPB University, Selasa (19/11). Kepala Bagian Humas BSN, Denny Wahyudi, Kasubag Hubungan Antar Kelembagaan, Sigit Wijatmiko, dan tiga staf yaitu Reza Aditya Saputra, Annisa Hapsari, Awang Dewan Pratama disambut langsung oleh Kepala Biro Komunikasi IPB University, Yatri Indah Kusumastuti didampingi tim.

Menurut Denny, Bagian Humas BSN mendapatkan tugas baru yaitu pengelaan media sosial yang sebelumnya dilakukan oleh unit kerja lain. “Alasan kami berkunjung untuk belajar ke instansi-instansi hebat, terutama IPB University yang telah menerima berbagai penghargaan kehumasan dan media sosial. Kami ingin belajar terus. Sebab pengelolaan terkait ini masih baru, terutama untuk official medsosnya,” ujarnya.

Tahun ini IPB University meraih penghargaan untuk Pengelolaan Media Sosial Terbaik, Anugerah Media Humas Bakohumas-Kominfo 2019, sedangkan di tahun sebelumnya meraih penghargaan Media Sosial Terbaik III Kategori PTN-BH.

Kepala Biro Komunikasi, Yatri Indah Kusumastuti menyampaikan program kerja Biro Komunikasi khususnya pengelolaan kehumasan. “Tahun ini Alhamdulillah kami menerima Anugerah Humas Indonesia untuk ruang layanan publik danp website, kemudian dari Bakohumas Indonesia untuk media sosial dan siaran pers. Tanggal 21 November ini juga kami dinobatkan sebagai kampus Informatif lagi dari Komisi Informasi Pusat.”

Lebih lanjut Yatri mengatakan, berbagai pemeringkatan yang diikuti selama ini merupakan alat untuk mengukur kinerja. “Kami ingin tahu sudah dimana posisi kita. Sudah sampai mana dan apakah sudah pada track yang benar begitu. Prestasi ini kami anggap ini sebagai bonus dan motivasi untuk tetap bersemangat menjalankan tugas kehumasan yang semakin dinamis,” ujar Yatri.

Yatri menambahkan bahwa IPB University sebagai Kampus Inovasi penghasil inovasi paling prospektif terbanyak di Indonesia telah memiliki Science Technopark (STP) yang bertugas mendukung hilirisasi teknologi. “Untuk itu suport-suport dari BSN yang dibutuhkan para peneliti IPB University dari sisi standarisasi penelitian untuk mendukung hilirisasi teknologi ke depan selanjutnya sangat dibutuhkan,“ tambahnya.

Denny Wahyudi dan tim BSN berharap dari kunjungan ini akan banyak hal positif yang dapat dipelajari untuk mendukung pelaksanaan kegiatan publikasi di BSN ke berbagai media. Publikasi penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam penerapan data menggunakan produk ber-Standard Nasional Indonesia (SNI). Disampaikannya pula bahwa untuk merekatkan hubungan kelembagaan, BSNI melakukan berbagai kerjasama dengan berbagai instansi. Salah satu dosen IPB University yaitu Prof Purwiyatno Hariyadi dari Fakultas Teknologi Pertanian menjadi ikon profil majalah BSN. “Jadi kalau ada tokoh-tokoh yang bersinar dari IPB University dapat menjadi concern kami untuk dikaitkan dengan konten standarisasi,” tambahnya.
.
Setelah pertemuan ini, IPB University dan BSN akan terus menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan melibatkan stakeholders secara luas terutama dosen dan mahasiswa dalam program edukasi tentang standardisasi nasional. (YDI/ris)

Keyword: Kehumasan, BSN, Standar Nasional Indonesia, Media Sosial, IPB University