PPID IPB University Menjadi Penanggap dalam Uji Publik Rancangan Revisi Peraturan Komisi Informasi Pusat tentang Standar Layanan Informasi Publik

Komisi Informasi Pusat (KIP) menngelar Uji Publik Rancangan Revisi Peraturan Komisi Informasi Pusat tentang Standar Layanan Informasi Publik secara daring melalui aplikasi Zoom (23/7) dengan diikuti berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia. Uji Publik ini membahas tentang revisi terhadap Peraturan Komisi Informasi Pusat (Perki) nomor 14 tahun 2008 tentang Standar Layanan Informasi Publik (SLIP).

Beberapa perubahan tersebut meliputi kualifikasi badan publik, struktur dan kelembagaan PPID, klasifikasi informasi, uji konsekuensi, penyesuaian SLIP dengan teknologi informasi, penyesuaian SLIP dengan prinsip dan semangat Satu Data, standar prosedur operasional SLIP, bantuan kedinasan/bagi pakai informasi, hingga akomodasi kepentingan perlindungan data pribadi dan akomodasi aksesibilitas informasi bagi penyandang disabilitas. Hal ini tertuang dalam Rancangan Peraturan Komisi Informasi No. 1 Tahun 2020 tentang Standar Layanan Informasi Publik (SLIP).

Dalam sambutannya Wakil Ketua Komisioner KIP, Hendra J Kade menyampaikan bahwa Perguruan Tinggi sangat berperan dalam menciptakan lulusan yang memiliki karakter etik dan mengedepankan prinsip keterbukaan ketika berada di masyarakat. “Perguruan Tinggi menciptakan karakter etik, tidak hanya melaksanakan, perguruan tinggi juga mengaplikasikan mulai norma yang terdapat dalam Undang-undang Dasar (UUD) 1945 sampai peraturan ini, melahirkan cendekiawan/sarjana yang lahir dari proses pedidikan yang menerapkan keterbukaan informasi. Mahasiswa diberikan wawasan keterbukaan informasi untuk mengubah dari pribadi yang condong pada keterbukaan informasi yang diatur dalam Perki yang menerapkan prinsip-prinsip keterbukaan yang menyangkut lini aktivitas badan publik agar bisa berkompetisi dalam era global,” tegasnya.

Rancangan Peraturan Komisi Informasi No 1 Tahun 2020 tersebut ditanggapi oleh berbagai PPID Perguruan Tinggi, salah satunya PPID IPB University. Yatri Indah Kusumastuti selaku PPID Pelaksana di IPB University berkesempatan menjadi penanggap dalam uji publik ini.

Beberapa poin penting yang menjadi menjadi perhatian PPID IPB University adalah pada Bab III tentang kelembagaan PPID dimana sebaiknya Tim Pertimbangan ditunjuk oleh Atasan PPID yang memiliki kompetensi di bidang-bidang tertentu sesuai ranah kepemilikan informasi publik yang bisa direpresentasikan dengan perwakilan dari unit-unit kerja yang ada di lingkup badan publik seperti hukum, keuangan, perencanaan, sumberdaya manusia, sistem informasi, kerjasama, komunikasi, pelayanan informasi publik dan lain-lain.

 

“Pada klausul petugas layanan perlu dibuat lebih generik yaitu menugaskan Petugas Pelayanan Informasi untuk melakukan proses-proses penyiapan dokumen pelayanan, pelaksanaan pelayanan informasi, penyusunan laporan dan pendokumentasian kegiatan pelayanan, “ jelasnya.

Selain itu Yatri juga menanggapi tentang klasifikasi informasi pengadaan barang dan jasa yang perlu mempertimbangkan potensi besar penyalahgunaan informasi oleh pihak-pihak tertentu yang bisa merugikan institusi atau negara. Kepala Biro Komunikasi IPB University ini juga menanggapi tentang pencantuman papan pengumuman sebagai media penyebaran informasi publik yang dirasa sudah tidak relevan dengan era saat ini.

Selanjutnya Yatri juga menanggapi secara serius tentang standar layanan pada Bab V tentang pengumuman dan penyebarluasan Informasi Publik bagi penyandang disabilitas dimana tertulis bahwa perlunya dilengkapi dengan audio dan braille. Menurutnya hal ini merupakan tantangan besar bagi badan publik. “Perlu dipertimbangkan efektivitas dan efisiensi penyediaan informasi dalam format tersebut. Perlu dipilah informasi seperti apa yang perlu disajikan, tentu tidak semua informasi harus tersedia dalam format tersebut,” jelasnya.

Anang Ristanto sebagai penanggap dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menyampaikan tentang pentingnya penyesuaian rentang waktu dalam penyelesaian permintaan informasi terhadap badan publik. Selain itu penanggap lain dari Universitas Indonesia, Ibnu Hamad, menekankan terhadap pentingnya perubahan ini disesuaikan dengan perubahan teknologi dan tujuan good governance.

“Harus ada perubahan terhadap Perki untuk mengikuti perkembangan jaman. Wartawan dalam meminta informasi publik kepada badan publik harus dilengkapi dengan juklak yang sesuai dengan standar KIP baik sebagai warganegara maupun profesi. Bedakan atas nama dan kepentingan. Gelorakan terus KIP untuk good governance dan clean governance, bersih anti korupsi dan anti kedzoliman bukan sekedar ritual UU dengan ruhnya adalah pemerintahan yang bersih,” pungkasnya. (YDI)

UTBK Digelar, IPB University Terapkan Protokol COVID-19 Secara Ketat

Siaran Pers
IPB University
No 776/SP.BIRKOM.IPB/VII/2020
Bogor, 6 Juli 2020

UTBK Digelar, IPB University Terapkan Protokol COVID-19 Secara Ketat

Tahun ini, IPB University kembali ditunjuk menjadi salah satu Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan UTBK tahun ini diberlakukan protokol kesehatan secara ketat mengingat pelaksanaan tes masih dalam kondisi pandemi COVID-19.

Sehubungan dengan pandemi ini peserta yang diijinkan mengikuti tes hanya yang berdomisili di Kabupaten maupun Kota Bogor. Hal ini berdasarkan Surat Walikota Bogor tertanggal 24 Juni 2020 berkaitan dengan masih berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan dikuatkan oleh surat dari Sekda Provinsi Jawa Barat selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 di Jawa Barat tanggal 1 Juli 2020.

Peserta yang tidak diijinkan mengikuti tes di Pusat UTBK IPB University telah diberitahu sebelumnya melalui email, website UTBK-IPB dan helpdesk yang disediakan. Para peserta tersebut diminta untuk tidak hadir dan mengisi formulir online untuk pendataan kembali informasi domisili. Data tersebut akan disampaikan kepada LTMPT untuk kemudian peserta akan direlokasi ke tempat tes yang lebih dekat dengan domisili masing-masing pada tanggal 20-24 Juli 2020. Dengan demikian hal ini hanya merupakan penudaan waktu tes saja.

Peserta yang berasal dari luar Bogor maupun yang tidak dapat hadir UTBK dengan alasan keselamatan, akan dilakukan penempatan kembali (relokasi) UTBK di Kabupaten/Kota asal atau lokasi terdekat domisili peserta. IPB University sebagai salah satu Pusat UTBK telah menyampaikan informasi relokasi untuk peserta dari luar Bogor ini melalui email ke masing-masing peserta UTBK.

Peserta keseluruhan yang akan melaksanakan UTBK di Pusat UTBK IPB University sebanyak 14.893 orang. Pelaksanaan Tes UTBK di IPB dilaksanakan pada tahap pertama, 5-14 Juli 2020. Pelaksanaan tes pada masing-masing hari dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi pagi pukul 8.15-11.15 dan sesi siang pukul 13.15-16.15. Pada hari pertama, sebanyak 2.854 peserta di Pusat UTBK-IPB telah mengikuti ujian.

Pelaksanaan UTBK di bawah koordinasi IPB University tersebar di 19 titik yaitu Kampus IPB Dramaga, Kampus IPB Cilibende, Kampus IPB Gunung Gede dan Sekolah Mitra IPB yaitu SMAN 1 Bogor, SMAN 5 Bogor, SMK Informatika Pesat, SMAS YPHB, SMKS Bina Mandiri Bogor, SMAN 10 Bogor, MAN 2 Kota Bogor, SMKN 2 Bogor, SMAN 3 Bogor, SMAN 1 Bogor, SMAN 2 Bogor, SMKN 3 Bogor, SMKN 1 Cibinong, SMKS PGRI 3 Bogor, SMAN 1 Rancabungur, dan SMKN 1 Ciomas.

Pada pelaksanaan tes hari pertama, Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria berkesempatan mengunjungi lokasi tes di Kampus IPB Cilibende. Rektor berharap UTBK bisa berjalan dengan lancar hingga di hari terakhir pelaksanaan. “Meskipun masih di suasana pandemi COVID-19, kita berharap pelaksanaan UTBK berjalan dengan lancar, tertib dan aman, ” ungkapnya.

Penerapan protokol kesehatan saat pelaksanaan UTBK di IPB University dilakukan sejak peserta tes memasuki lokasi ujian baik di lingkungan kampus maupun di lokasi mitra yaitu beberapa sekolah di Kota/Kabupaten Bogor. Peserta tes diwajibkan memakai masker sejak dari rumah, face shield sebelum memasuki lokasi ujian serta tetap melakukan physical distancing. Peserta tes juga dianjurkan memakai sarung tangan serta face shield selama tes berlangsung. Sarung tangan plastik disediakan oleh Pusat UTBK-IPB University. Protokol kesehatan ini telah diinformasikan kepada peserta pada hari-hari sebelum pelaksanaan ujian.

Di samping itu, peserta juga diwajibkan langsung pulang ke tempat tinggal masing-masing seusai mengerjakan tes.

Sejumlah tenaga medis dan paramedis yang dikoordinasikan oleh IPB University bekerjasama dengan rumah sakit dan sekolah ditugaskan di masing-masing lokasi ujian. (RA/sn)

Keyword: UTBK IPB University, protokol COVID-19 di UTBK, lokasi UTBK IPB, relokasi peserta UTBK
========================
Biro Komunikasi
IPB University
http://ipb.ac.id
http://ppid.ipb.ac.id
http://greencampus.ipb.ac.id
Telp: 0251-8425635
WA : 0813-1911-7875
Email: biro.komunikasi@apps.ipb.ac.id
Fb: @ipbuniversity
Twitter : @ipbofficial
IG : @ipbofficial
Line : @ipbuniversity

IPB University Lompat Masuk Top 540 dunia Versi QS World University Ranking

Siaran Pers
IPB University
No 610/SP.BIRKOM.IPB/VI/2020
Bogor, 10 Juni 2020

IPB University Lompat Masuk Top 540 dunia Versi QS World University Ranking

Bogor – Institut Pertanian Bogor (IPB University) masuk dalam peringkat 531 – 540 dalam QS World University Ranking, yang baru dirilis secara resmi tanggal 10 Juni 2020. Posisi IPB University tahun ini meningkat sekitar 100 peringkat dari posisinya tahun lalu (601 – 650). QS World University Ranking adalah salah satu sistem pemeringkatan universitas dunia yang menjadi rujukan utama berbagai perguruan tinggi di dunia, termasuk Indonesia, Pada tahun ini dari sekitar 5.500 perguruan tinggi, ada 1000 yang masuk dalam daftar pemeringkatan, diantaranya ada 8 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari Indonesia.

Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria menyampaikan apreasiasinya atas capaian membanggakan ini. “Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam perankingan QS WUR. Ini adalah hasil dari kerja keras kita semua dalam program peningkatan kinerja penelitian dan internasionalisasi, seiring dengan makin tingginya semangat menghasilkan inovasi. Momentum peningkatan ini akan terus kita pertahankan melalui peningkatan publikasi, kesiapan dan kualifikasi lulusan (graduate employability), internasionalisasi dan reputasi (academic and employer reputation), sehingga tahun depan IPB University bisa masuk Top 400 dunia “, kata Prof Arif.

Rilis QS World University Ranking ini menegaskan posisi IPB University dalam komunitas perguruan tinggi di tingkat global, dimana belum lama ini IPB University diumumkan berada pada peringkat 59 dunia menurut versi QS World University Ranking by Subject on Agriculture and Forestry 2020, dan pada peringkat 77 dunia menurut versi Times Higher Education – University Impact Ranking 2020.

Lebih lanjut Prof Arif menandaskan bahwa pemeringkatan bukanlah tujuan, melainkan akibat atau hasil dari sebuah proses penyelenggaraan Tri Dharma secara progresif dan inovatif. “Orientasi IPB University tetap pada kontribusi sebesar-besarnya pada penguatan inovasi untuk kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa. Seperti diketahui, dalam sepuluh tahun terakhir, IPB University adalah penghasil inovasi terbanyak (39 persen) menurut Business Innovation Center,” kata Rektor.

Keyoword: prestasi IPB, ranking IPB, peringkat IPB, inovasi IPB, world university ranking
========================
Biro Komunikasi
IPB University
http://ipb.ac.id
http://ppid.ipb.ac.id
http://greencampus.ipb.ac.id
Telp: 0251-8425635
WA : 0813-1911-7875
Email: biro.komunikasi@apps.ipb.ac.id
Fb: @ipbuniversity
Twitter : @ipbofficial
IG : @ipbofficial
Line : @ipbuniversity

Strategi Ketahanan Pangan di Era New Normal Pandemi COVID-19

Siaran Pers
IPB University
No 613/SP.BIRKOM.IPB/VI/2020
Bogor, 10 Juni 2020

Strategi Ketahanan Pangan di Era New Normal Pandemi COVID-19

COVID-19 memberi dampak dalam berbagai sektor kehidupan manusia, tak terkecuali pertanian. Meski terdampak, sektor pertanian bisa menjadi solusi atas krisis yang terjadi. Pertanian bisa menyelamatkan negara dan memberikan penguatan pada kehidupan. Hal ini disampaikan Dr Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian RI dalam Business Talk Series yang digelar Sekolah Bisnis IPB University bekerja sama dengan Badan Keahlian DPR RI, 9/16.

Mengangkat tema Strategi Ketahanan Pangan di Era New Normal Pandemi COVID-19, Menteri Pertanian mengatakan bahwa selain medical solution, dalam menghadapi kondisi saat ini food security juga menjadi penting. Karenanya, Kementerian Pertanian mengupayakan tiga strategi dalam menghadapi COVID-19 serta persiapan program peningkatan ketersediaan pangan di era new normal.
Tiga agenda utama Kementerian Pertanian pada masa pandemi COVID-19 adalah pertama agenda darurat/jangka pendek. Terdiri dari stabilitas harga pangan termasuk pengendalian harga, fasilitas pembiayaan petani dan padat karya pertanian. Kedua adalah agenda temporary/menengah diversifikasi pangan lokal, supporting daerah-daerah defisit dan antisipasi kekeringan. Dan yang ketiga, agenda permanen/jangka panjang yakni ekstensifikasi tanaman pangan, peningkatan produksi per tahun, pengembangan korporasi petani dan pengembangan para petani milenial.

“Kami menyiapkan empat cara bertindak (CB) sebagai penyangga program peningkatan ketersediaan pangan di era new normal. CB1 adalah peningkatan kapasitas produksi melalui percepatan tanam dan perluasan areal tanam, pengembangan lahan rawa di Kalimantan tengah, kurang lebih 164,598 hektar dan peningkatan produksi gula, daging sapi dan bawang putih untuk mengatasi impor,” ujar Menteri Pertanian.

Sementara CB2 adalah pengembangan diversifikasi pangan lokal dengan basis kearifan lokal yang fokus pada satu komoditas utama pada satu wilayah atau provinsi. Lalu dengan pemanfaatan lahan pekarangan dan marjinal melalui program Pekarangan Pangan Lestari. CB3 adalah penguatan cadangan dan sistem logistik pangan untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan.

“CB4 itu pengembangan pertanian modern. Di sini peran perguruan tinggi sangat penting. Karena di sini dilakukan pengembangan smart farming, pengembangan dan pemanfaatan screen house, pengembangan food estate dan pengembangan korporasi petani,” ujar Menteri Pertanian.

Hal yang sama disampaikan Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria. Ia menyampaikan bahwa kebijakan logistik agro-maritim dan rantai pasok pangan bisa menjadi solusi jangka pendek dalam masa pandemi dan pasca pandemi. Dalam jangka pendek ini, perlu memperluas akses petani, peternak dan nelayan pada jaring pemasaran daring, stimulus ekonomi khusus untuk pertanian dan pedesaan serta skema perlindungan dan jaring pengaman sosial. Hal tersebut sangat penting untuk menjamin efektivitas mendongkrak produktivitas di lapangan.

“Untuk jangka menengah, sama seperti Menteri Pertanian, dengan gerakan produksi skala rumah tangga bisa menjaga ketahanan pangan kita. Kemudian perlunya produk substitusi impor, seperti mengganti bahan baku mie dari tepung menjadi jagung misalnya. Penyempurnaan sistem data dan informasi di tingkat lapang juga penting agar data yang diterima pemerintah bisa akurat untuk pengambilan keputusan,” ujar Rektor IPB University.

Hal yang tak kalah penting, lanjut Rektor, adalah mempercepat regenerasi petani melalui petani milenial dan penerapan inovasi pertanian 4.0. Selain itu, food loss dan food waste perlu diatasi, karena sepertiga pangan di dunia adalah terbuang dan menjadi sampah. Kalau saja food loss dan food waste teratasi, maka ketersediaan pangan tentu akan meningkat. (Rz/Zul)

Keyword: COVID-19, Menteri Pertanian, IPB University, ketahanan pangan, petani milenial, food loss, food waste, agromaritim, diversifikasi pangan
========================
Biro Komunikasi
IPB University
http://ipb.ac.id
http://ppid.ipb.ac.id
http://greencampus.ipb.ac.id
Telp: 0251-8425635
WA : 0813-1911-7875
Email: biro.komunikasi@apps.ipb.ac.id
Fb: @ipbuniversity
Twitter : @ipbofficial
IG : @ipbofficial
Line : @ipbuniversity

Dosen IPB University: Susu Sapi Terbagi Menjadi Dua Tipe

Dalam memenuhi kebutuhan akan kalsium dan menjaga stamina tubuh, masyarakat cenderung mengkonsumsi susu sapi. Susu juga bermanfaat untuk mendorong pertumbuhan anak-anak dan remaja. Susu juga dinilai dapat melengkapi kebutuhan gizi selain buah dan sayur. Terlebih di masa pandemi ini, kebutuhan susu lebih kepada untuk menjaga stamina dan daya tahan tubuh.
Tapi tahukah anda bahwa susu terbagi menjadi dua tipe? Meski semua susu terlihat sama secara kasat mata tetapi di dalamnya memiliki kandungan yang berbeda. Dari kandungan dan asal produksi sapi perahnya, susu pun terbagi menjadi dua yaitu susu A1 dan susu A2.
Dosen IPB University yang merupakan Guru Besar Divisi Pemuliaan dan Genetika Ternak Departemen llmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Prof Dr Ir Ronny Rachman Noor, MRurSc berikan penjelasan tentang cara tepat dalam memilih susu sapi yang memiliki kandungan kalsium dan memiliki kandungan nilai gizi.
Menurutnya, susu A1 dan susu A2 dihasilkan dari jenis sapi yang berbeda. Berdasarkan Swarna Kapila, susu biasa (A1) umumnya dihasilkan oleh bangsa sapi Bos Taurus sedangkan susu A2 dihasilkan oleh Bos Indicus. Susu A2 merupakan susu yang diproduksi dari sapi perah hasil seleksi secara genetik yang dilakukan oleh pakar dan pelaku peternakan untuk kepentingan kesehatan.
“Susu A2 adalah susu premium yang dihasilkan dari sapi yang telah diseleksi secara genetik, memiliki Genotipe A2/A2 dan telah melalui uji DNA yang hanya mengandung protein beta-casein A2. Protein beta-casein A2 nya mengandung 209 asam amino yang pada urutan ke 67 nya memiliki asam amino Proline. Sedangkan susu sapi biasa pada posisi ini asam aminonya
Histidine. Susu superfood A2 sangat bagus untuk pencernaan karena mengurangi kembung,
diare dan sembelit karena tidak mengandung peptida opinoid вмC-7. Susu A2 juga mengandung kalsium susu yang tinggi yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Selain kandungan gizinya yang lengkap, susu A2 juga mudah diserap dan sangat bermanfaat dalam membantu menjaga kebugaran tubuh,” ujarnya.
Keyword: dosen IPB, Prof Ronny Rachman Noor, Fapet IPB, tipe susu, manfaat susu